SUMENEP – Suasana Madura Culture Festival #3 semakin semarak dengan hadirnya BMT NU (Baitul Maal wat Tamwil Nuansa Umat).
Kehadiran lembaga keuangan berbasis syariah ini bukan sekadar meramaikan acara tahunan terbesar di Pulau Garam, melainkan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung penguatan ekonomi lokal sekaligus memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Risiko Kepatuhan dan Maal BMT NU Jawa Timur, Idan Hermanto, menegaskan partisipasi BMT NU di ajang ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan ekonomi kerakyatan.
Festival budaya dan ekonomi yang digelar di jantung Kota Sumenep ini menurutnya menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Kami tidak hanya sekadar ikut memeriahkan acara ini, tapi ingin memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Mulai dari layanan simpan pinjam, tabungan, hingga berbagai produk anggota kami, semuanya hadir di stan BMT NU,” ujar Idan, Sabtu malam (30/8/2025).
BMT NU memperkenalkan berbagai jenis produk tabungan yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat. Ada Tabah (tabungan harian yang bisa diambil esok hari), Tarawih (tabungan dengan bagi hasil untuk kepentingan sosial), hingga Simpanan Berjangka Mudaroba yang memiliki fleksibilitas mirip dengan produk bank komersial. Bahkan, BMT NU juga menghadirkan program tabungan hadiah langsung tanpa diundi dan produk Siaga, simpanan inti anggota yang menjadi fondasi permodalan.
Tidak hanya itu, BMT NU juga menawarkan layanan pinjaman berbasis kelompok. Melalui skema ini, setiap anggota kelompok bisa mengakses pinjaman mulai Rp 2 juta hingga Rp 10 juta, sesuai perkembangan usaha mereka. Ada pula layanan multiguna berupa titipan emas, sistem inovatif yang memberikan fleksibilitas seperti pegadaian namun berbasis syariah.
“Kami juga punya layanan umroh yang sudah berjalan rutin. Setiap bulan kami memberangkatkan jamaah dengan harga bersaing dan paket perjalanan yang variatif. Masyarakat bahkan bisa langsung mendaftar umroh di stan BMT NU di festival ini,” terang Idan.
Selain sektor keuangan, BMT NU memperluas kiprahnya melalui Nusa Ummat, yang bergerak di bidang perdagangan sualayan hingga toko elektronik. Produk-produk dari anggota BMT NU turut dipajang dalam festival ini, memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dalam ragam usaha yang tumbuh bersama NU.
Stan BMT NU di Madura Culture Festival #3 tampak ramai diserbu pengunjung. Banyak masyarakat yang bukan hanya sekadar melihat, tapi langsung melakukan konsultasi keuangan, membuka tabungan, hingga mendaftarkan diri dalam program umroh. Antusiasme itu menunjukkan kepercayaan yang kuat terhadap layanan berbasis syariah yang ditawarkan BMT NU.
Idan berharap, partisipasi BMT NU di ajang bergengsi ini semakin memperkuat hubungan dengan masyarakat. Bukan hanya dalam menyediakan layanan keuangan, melainkan juga sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan umat.
“Melalui festival ini, kami ingin lebih dekat dengan masyarakat, membuka peluang usaha baru, sekaligus memperkokoh peran BMT NU dalam membangun kemandirian ekonomi umat,” pungkasnya.
Dengan kiprah tersebut, BMT NU tidak sekadar hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai motor penggerak ekonomi umat di tengah dinamika zaman.
Penulis : Redaksi








