38 Kabupaten/Kota Akan Satukan Warisan Leluhur di Panggung Akbar Festival Batik 2026 di Sumenep

Kamis, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serasi dalam balutan batik, Bupati Sumenep bersama istri tercinta menghadirkan pesona budaya yang menyatukan cinta keluarga dan cinta bangsa.

Serasi dalam balutan batik, Bupati Sumenep bersama istri tercinta menghadirkan pesona budaya yang menyatukan cinta keluarga dan cinta bangsa.

SUMENEP— Arah mata budaya Jawa Timur kini tengah tertuju ke Sumenep. Tahun 2026 mendatang, kabupaten di ujung timur Pulau Madura ini akan menjadi saksi sejarah, ketika 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur bersatu dalam satu panggung megah, Festival Batik 2026.

Festival ini dipastikan bukan sekedar pesta seni, melainkan momentum besar yang akan menggema hingga ke tingkat nasional, bahkan internasional.

Sumenep akan menjelma sebagai pusat denyut budaya, tempat motif-motif batik beradu keindahan, mengisahkan leluhur, dan menyatukan keberagaman daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Sumenep menegaskan, kehadiran puluhan daerah dalam festival ini bukan hanya simbol keramaian, tetapi juga pesan kuat tentang semangat pelestarian budaya.

“Keikutsertaan 38 kabupaten/kota adalah peluang emas. Kami ingin menunjukkan bahwa batik bukan sekadar kain, melainkan identitas bangsa yang harus kita jaga dengan bangga,” ujarnya penuh keyakinan.

Festival ini juga diharapkan menjadi arena emas bagi para pengrajin untuk menyalakan kembali api kreativitas. Motif-motif baru yang lahir dari tangan mereka akan menjadi saksi bahwa batik terus hidup, berakar dari tradisi, namun berlari seiring zaman.

Tak berhenti di situ, denyut ekonomi daerah juga diprediksi akan ikut bergelora. Batik yang kian dipakai sebagai busana sehari-hari akan memperluas pasar, membuka peluang bagi UMKM, serta menguatkan perajin dalam menghadapi persaingan global.

“Festival Batik 2026 bukan hanya untuk hari ini, melainkan warisan untuk masa depan. Dari Sumenep, batik akan kembali menggaung ke dunia,” tegas Bupati.

Sumenep pun bersiap. Panggung megah, cahaya warna-warni, derap langkah budaya, dan motif-motif batik yang bercerita tentang kekayaan Nusantara akan segera menyapa. Tahun 2026, batik tak lagi sekedar pakaian, ia adalah nyawa yang mengikat persaudaraan dan kebanggaan Jawa Timur.

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Hari ke 12: Jihad Kemanusiaan yang Tak Pernah Libur, Program Berbagi Setiap Hari Detikzone Terus Menebar Kebaikan di Sumenep
Tingkatkan Keselamatan Wisatawan Bromo, Wabup Probolinggo Resmikan Rest Area Bromo Safety Initiative
Sebelas Hari Tanpa Henti, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Terus Hadir untuk Mereka yang Membutuhkan
Kemah Sufi Muda dan Bazar Sufistik II di Bawean Gresik Perkuat Spiritualitas dan Kaderisasi Generasi Muda
Suhu Dingin Tak Biasa Selimuti Kediri Raya, BPBD Minta Warga Waspada Fenomena Bediding
Indonesia Menang 1-0, Nobar Timnas Bersama Polres Kediri Berlangsung Meriah
Disambut Seni Budaya Mandiling, 40 Anggota Rombongan Singapura Menginap di Hotel Miranda Bawean Gresik
Buka Pesta Pra Siaga dan Siaga Kwarran Mojoroto 2026, Mbak Wali Tanamkan Nilai Disiplin dan Gotong Royong

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:59 WIB

Hari ke 12: Jihad Kemanusiaan yang Tak Pernah Libur, Program Berbagi Setiap Hari Detikzone Terus Menebar Kebaikan di Sumenep

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:36 WIB

Tingkatkan Keselamatan Wisatawan Bromo, Wabup Probolinggo Resmikan Rest Area Bromo Safety Initiative

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:19 WIB

Sebelas Hari Tanpa Henti, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Terus Hadir untuk Mereka yang Membutuhkan

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:34 WIB

Kemah Sufi Muda dan Bazar Sufistik II di Bawean Gresik Perkuat Spiritualitas dan Kaderisasi Generasi Muda

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:56 WIB

Suhu Dingin Tak Biasa Selimuti Kediri Raya, BPBD Minta Warga Waspada Fenomena Bediding

Berita Terbaru