Sumenep, Detikzone.id — Suasana penuh haru dan khidmat menyelimuti kantor CV. Sinar Baru Sumenep di Jl. Trunojoyo No. 290B, Gedungan Timur, Kecamatan Batuan, Jumat (19/9/2025).
Perusahaan otomotif ternama di Sumenep ini tidak hanya fokus pada bisnis pembelian sepeda motor Honda, baik cash maupun kredit, tetapi juga berkomitmen menjadikan nilai spiritual sebagai pondasi kebersamaan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar rutin tiap tahun ini dihadiri langsung owner Sinar Baru, Tedjo Pranoto Admojo, ratusan karyawan, serta mitra kerja dari Adira Finance, FIF Finance, hingga MUF.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan dimulai dengan pembacaan qiyam, doa bersama, yang menghadirkan nuansa religius sekaligus sosial.
Owner CV. Sinar Baru Sumenep, Tedjo Pranoto Admojo melalui Manajer Operasional Sinar Baru, Bambang Gunawan, menegaskan bahwa momentum Maulid Nabi bukan sekedar seremonial tahunan, melainkan pengingat tentang jasa agung Nabi Muhammad SAW.

“Acara ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus ungkapan terima kasih kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju cahaya Islam. Melalui Maulid Nabi, kita berharap mendapat berkah dan syafaat beliau,” ujar Bambang.
Bambang juga mengajak seluruh karyawan untuk menjadikan peringatan ini sebagai sarana memperkuat akhlak dan spiritualitas dalam dunia kerja.
“Semoga peringatan ini menumbuhkan kecintaan kepada Rosulullah, memotivasi kita untuk meneladani sifat mulianya, serta memperbanyak sholawat. Dengan begitu, kerja bukan hanya mengejar dunia, tetapi juga bernilai ibadah,” tambahnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di CV. Sinar Baru Sumenep menjadi bukti nyata bahwa dunia usaha tidak semata-mata mengejar keuntungan materi. Ditengah ketatnya persaingan bisnis otomotif, Sinar Baru menunjukkan wajah lain: sebuah perusahaan yang menempatkan nilai spiritual, sosial, dan kemanusiaan sebagai fondasi perjalanan usahanya.
Acara tersebut bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan pesan moral kepada publik bahwa kesuksesan lahir dari keseimbangan antara ikhtiar bisnis dan keberkahan doa. Dengan merangkul karyawan, mitra kerja, Sinar Baru mengajarkan bahwa perusahaan besar bukan diukur dari jumlah asetnya, melainkan dari sejauh mana ia mampu berbagi cahaya kebaikan.
Momentum ini seolah mengingatkan kita semua jika Nabi Muhammad SAW berhasil membangun peradaban dengan akhlak mulia, maka sudah seharusnya dunia usaha modern pun berjalan dengan etika, kejujuran, dan kepedulian.
Sinar Baru Sumenep memberi teladan bahwa bisnis yang berkah adalah bisnis yang tumbuh bersama doa dan kasih sayang.
Penulis : Redaksi








