Biarkan Uang Mengejarmu, Bukan Anda yang Terus Menerus Memburu Uang 

Jumat, 26 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI – Dalam dinamika dunia jurnalistik hari ini, sering kali profesi mulia ini terjebak pada arus pragmatisme. Tak sedikit jurnalis yang sibuk mengejar berita dengan imbalan nominal tertentu, seolah-olah nilai berita hanya bisa diukur dari berapa besar angka rupiah yang melekat padanya. Padahal, jurnalisme sejati seharusnya lahir dari ketulusan, bukan sekadar transaksi.

Jangan terlalu sibuk mengejar uang, biarkan uang yang mengejarmu dengan merubah konsep berpikirmu.

Pesan ini mengandung makna mendalam. Uang memang penting, tetapi menjadikan uang sebagai pusat orientasi justru akan menjauhkan jurnalis dari idealisme dan ruh profesinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jurnalis bukanlah sekedar pencatat peristiwa. Ia adalah penyampai kebenaran, penyambung suara rakyat kecil, sekaligus pengawal nurani publik. Maka, menulis berita dengan ikhlas tanpa semata mempertimbangkan sisi iklan atau materi akan memancarkan vibrasi positif. Semesta pun akan merespons ketulusan itu dengan cara yang tak selalu bisa diukur dengan angka.

Tugas jurnalis adalah menuliskan apa yang penting bagi masyarakat, bukan sekedar apa yang bernilai rupiah. Ketika karya lahir dari niat tulus, kepercayaan publik akan tumbuh. Dan pada akhirnya, kepercayaan itulah yang akan membuka pintu rezeki dengan sendirinya.

Biarkan uang mengejar Anda. Bukan Anda yang terus-menerus memburu uang. Sebab, pada akhirnya, jurnalisme yang ikhlas dan berintegritas akan menemukan jalannya sendiri menuju keberkahan.

Lebih dari itu, jurnalis juga dituntut untuk memikirkan dan menciptakan sesuatu yang baru. Bukan sekadar mengulang informasi, tetapi menghadirkan karya yang memberi nilai tambah bagi masyarakat. Kreativitas dan inovasi dalam menyajikan berita akan memperkuat peran jurnalis di tengah derasnya arus informasi digital.

Di sisi lain, jurnalis sejati tidak hanya bekerja untuk dirinya sendiri. Ia juga punya tanggung jawab memperjuangkan nilai-nilai sosial, keadilan, keberpihakan pada yang lemah, dan upaya mencerdaskan masyarakat. Dengan begitu, karya jurnalistik akan benar-benar menjadi jalan perjuangan, bukan sekadar rutinitas profesi.

Tugas jurnalis adalah menuliskan apa yang penting bagi masyarakat, bukan sekadar apa yang bernilai rupiah. Ketika karya lahir dari niat tulus, kepercayaan publik akan tumbuh. Dan pada akhirnya, kepercayaan itulah yang akan membuka pintu rezeki dengan sendirinya.

Biarkan uang mengejar Anda. Bukan Anda yang terus-menerus memburu uang. Sebab, pada akhirnya, jurnalisme yang ikhlas, kreatif, dan berpihak pada nilai-nilai sosial akan menemukan jalannya sendiri menuju keberkahan.

Penulis : MD, Salah satu Jurnalis senior

Berita Terkait

Tebar Kepedulian, LAZISNU MWCNU Tambak Salurkan Santunan untuk 70 Yatim dan Dhuafa
STOP Anggaran Publikasi di Sumenep
Dari Daerah ke Pusat: Lima Tuntutan Mahasiswa dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Dijawab
Tim Gabungan Satpol PP dan Bea Cukai Amankan Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal
Dari Anggaran ke Kepentingan: Jejak yang Tidak Transparan
Polri Kawal Ketahanan Pangan di Sumenep, Melon Pertiwi Tunjukkan Hasil Menjanjikan
Tingkatkan Kebugaran dan Imunitas, Warga Binaan Lapas Kendal Ikuti Apel Pagi dan Senam Bersama
Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Driver Online di Pemalang Mengeluh Pendapatan Kian Tergerus

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:07 WIB

Tebar Kepedulian, LAZISNU MWCNU Tambak Salurkan Santunan untuk 70 Yatim dan Dhuafa

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:35 WIB

STOP Anggaran Publikasi di Sumenep

Senin, 15 Juni 2026 - 10:25 WIB

Dari Daerah ke Pusat: Lima Tuntutan Mahasiswa dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Dijawab

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:32 WIB

Tim Gabungan Satpol PP dan Bea Cukai Amankan Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:47 WIB

Dari Anggaran ke Kepentingan: Jejak yang Tidak Transparan

Berita Terbaru