BALAD GROUP Minta Presiden Hentikan Ekspor BBL, Ganti dengan Lobster 50 Gram untuk Pacu Budidaya

Senin, 13 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SITUBONDO – Bandar Laut Dunia (BALAD GROUP) berkomitmen melanjutkan dan memperluas sektor perikanan budidaya laut di gugusan Teluk Kangean, Madura, Jawa Timur.
Langkah ambisius ini akan digarap dengan skala besar, mencakup rumput laut, lobster, teripang, kerapu, serta kerang.

Perusahaan yang dipimpin oleh H. Kholilurrahman tersebut menargetkan perluasan area budidaya hingga 50 ribu hektare di wilayah perairan Kangean.
Melalui anak perusahaan Bandar Rumput Laut Nusantara Group (BRULANTARA GROUP), BALAD GROUP optimistis Indonesia akan menjadi raja budidaya rumput laut terbesar di dunia.

“Kami ingin menjadikan Indonesia sebagai negara pembudi daya laut terunggul di dunia,” ujar H. Kholilurrahman kepada awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dorong Kebijakan Baru untuk Komoditas Lobster

Selain rumput laut, budidaya lobster menjadi salah satu fokus utama BALAD GROUP. Menurut H. Kholilurrahman, potensi lobster di Indonesia sangat besar berkat keunggulan geografis maritim yang istimewa.

Ia menilai kualitas lobster Indonesia jauh lebih unggul dibandingkan Filipina dan negara pesaing lainnya.

Karena itu, BALAD GROUP mengusulkan kepada Presiden Republik Indonesia agar ekspor Benih Bening Lobster (BBL) dihentikan, dan diganti dengan ekspor lobster berbobot 50 gram.

“Kalau ekspor benih lobster dihentikan dan diganti ekspor lobster siap jual, maka budidaya lobster di Indonesia akan berkembang pesat,” tegasnya.

“Mereka yang selama ini mengekspor BBL harus mulai membudidayakannya hingga mencapai berat 50 gram,” tambah H. Kholilurrahman.

Kembangkan Komoditas Lain: Kerang, Teripang, dan Kerapu

BALAD GROUP juga siap memperluas usaha ke budidaya kerang putih dan kerang coklat.

Kerang putih akan difokuskan untuk ekspor ke Tiongkok, sementara kerang coklat digunakan sebagai pakan alami untuk lobster.

Tak berhenti di situ, budidaya teripang juga akan tetap menjadi prioritas. Dalam waktu dekat, pihak BALAD GROUP akan melakukan kunjungan studi banding ke Tiongkok untuk mempelajari sistem keramba jaring apung modern yang akan diterapkan di Teluk Kangean.

Adapun komoditas ikan kerapu juga masuk dalam skala prioritas perusahaan melalui anak usaha BAKERA (Bandar Kerapu Nusantara Group).
Kholilurrahman menyebut, prospek pasar kerapu sangat cerah, dan diharapkan Indonesia dapat menjadi pusat perikanan budidaya kerapu dunia.

Menatap Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

“Indonesia dengan anugerah geografis yang luar biasa memiliki banyak keajaiban. Salah satunya adalah lobster,” ujar pria yang dikenal berpenampilan perlente dan elegan itu.

“Di Asia, lobster hanya ada di Indonesia dan Filipina. Dan kualitas lobster kita jauh lebih unggul,” tambahnya yakin.

Dengan visi besar tersebut, BALAD GROUP menegaskan komitmennya untuk mendorong kedaulatan ekonomi maritim Indonesia, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir di kawasan Madura dan sekitarnya.

Penulis : Anton

Berita Terkait

Grand Opening Arinna Hidayah Salon & SPA Berlangsung Meriah, Siap Menjadi Destinasi Kecantikan Favorit di Sumenep
Jangan Panen Dini! Pengusaha Rokok Sumenep Serukan Selamatkan Tembakau Lokal Demi Nasib Ribuan Petani
Tak Mau Korbankan Mutu, Batik Canteng Koneng Sumenep Rela Tempuh Proses Panjang Cetak Pembatik Andal
Resto Lotus Sumenep Jadi Rumah Kebersamaan, Temu Kenal Formara Unair Rajut Solidaritas Taretan
DBHCHT Dinilai Belum Berkeadilan, Owner CV Ayunda Pamekasan H. Bambang Budianto Minta Madura Tak Lagi Dianaktirikan
Lotus Sumenep Tak Lagi Sekadar Tempat Kuliner, Kini Jadi Pusat Edukasi Bisnis Digital Lewat Sekolah Bisnis
Gus Qowim Buka Kediri Beauty Fest 2026, Dorong Industri Kecantikan dan UMKM Kreatif di Kota Kediri
Kesempatan Emas! DRT Exclusive Rekrut Salesman Motoris di Sumenep, Simak Syarat dan Benefitnya

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:32 WIB

Grand Opening Arinna Hidayah Salon & SPA Berlangsung Meriah, Siap Menjadi Destinasi Kecantikan Favorit di Sumenep

Senin, 27 Juli 2026 - 19:37 WIB

Jangan Panen Dini! Pengusaha Rokok Sumenep Serukan Selamatkan Tembakau Lokal Demi Nasib Ribuan Petani

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:22 WIB

Tak Mau Korbankan Mutu, Batik Canteng Koneng Sumenep Rela Tempuh Proses Panjang Cetak Pembatik Andal

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:49 WIB

Resto Lotus Sumenep Jadi Rumah Kebersamaan, Temu Kenal Formara Unair Rajut Solidaritas Taretan

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:26 WIB

DBHCHT Dinilai Belum Berkeadilan, Owner CV Ayunda Pamekasan H. Bambang Budianto Minta Madura Tak Lagi Dianaktirikan

Berita Terbaru