Festival Wayang Semesta Bakal Jadi Agenda Tahunan Pemkot Semarang

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, Detikzone.id – Pemerintah Kota Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya bangsa. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan Festival Wayang Semesta di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, yang berlangsung meriah dalam rangka memperingati Hari Wayang Sedunia.

Festival yang digelar selama dua hari ini menampilkan berbagai pertunjukan wayang, mulai dari versi klasik hingga modern, dengan melibatkan seniman-seniman muda berbakat.

Acara ini berhasil menyedot perhatian masyarakat luas yang antusias menyaksikan setiap penampilan di panggung utama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada hari pertama, Jumat (7/11), pengunjung disuguhkan pementasan wayang kontemporer yang dikemas secara kreatif oleh para seniman muda.

Kemeriahan semakin terasa saat pelawak ternama Tri Retno Prayudati atau Nunung Srimulat turut berpartisipasi dalam pertunjukan wayang orang.

Humor khasnya menciptakan suasana hangat dan penuh tawa di tengah ribuan penonton yang hadir.

Sementara pada hari kedua, Sabtu (8/11), festival menampilkan pertunjukan wayang klasik dari kelompok legendaris Ngesti Pandowo serta rombongan kesenian dari Keraton.

Kolaborasi antara seniman muda dan maestro tradisional tersebut menjadi wujud nyata regenerasi seni pewayangan di Kota Semarang.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa Festival Wayang Semesta akan dijadikan agenda rutin tahunan Pemerintah Kota.

“Kegiatan ini bukan hanya bentuk hiburan, melainkan sarana penting untuk menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap seni tradisional. Kami ingin kegiatan ini berkelanjutan dan menjadi bagian dari identitas budaya Kota Semarang,” ujarnya, Sabtu (8/11/2025).

Lebih lanjut, Agustina mengungkapkan bahwa Pemkot tengah mempersiapkan pendirian Akademi Wayang, yang akan menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam dunia perwayangan.

Akademi ini dirancang layaknya pesantren seni, di mana para peserta akan belajar mendalami karakter tokoh, berlatih dialog, dan tampil secara rutin di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS).

“Pada tahap awal, kami akan menyeleksi sekitar 50 peserta. Semua kebutuhan pelatihan akan dibiayai oleh APBD Kota Semarang. Kami berharap pada perayaan Hari Wayang Sedunia tahun depan, mereka sudah mampu mementaskan satu lakon penuh bersama Ngesti Pandowo,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni dan budaya, Pemkot Semarang juga berencana melakukan restorasi gedung Ngesti Pandowo, yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Nasional.

Renovasi tahap pertama akan dimulai tahun 2025, dilanjutkan dengan pembenahan fasilitas dan perlengkapan pertunjukan.

“Bangunan, kostum, dan perlengkapan pertunjukan akan kami rawat dengan baik. Selain menjaga nilai sejarahnya, kami juga menambah perlengkapan baru agar tampilannya tetap segar dan menarik bagi generasi masa kini,” tambah Agustina.

Sebagai penanda semangat pelestarian budaya, festival ini juga dirangkai dengan peresmian dua patung tokoh pewayangan, Bima dan Srikandi, yang kini memperindah kawasan Jalan Pahlawan Semarang.

Patung tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkot Semarang dengan pihak swasta melalui program CSR dari Sidomuncul dan Bank Jateng.

“Ke depan, kami berharap patung-patung Pandawa Lima dapat terpasang lengkap di berbagai titik kota. Apabila ada CSR lain yang ingin berpartisipasi, kami juga berharap tokoh Semar dapat dihadirkan sebagai simbol kearifan lokal,” pungkas Agustina.

Penulis : Mualim

Berita Terkait

Inflasi Kota Kediri Lebih Rendah dari Jawa Timur dan Nasional, BPS Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Juli 2026
Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang
Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi
Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik
Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 
Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga
Antrean Mengular, SPBU 5483504 Lombok Tengah Tetap Layani Pembelian Pertalite Pakai Botol Plastik
Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Sukses Gelar MANAFERA FUTSAL CUP 2026, Ajang Futsal Pelajar Se-Jateng DIY Berlangsung Meriah

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:18 WIB

Inflasi Kota Kediri Lebih Rendah dari Jawa Timur dan Nasional, BPS Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Juli 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:40 WIB

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:52 WIB

Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:35 WIB

Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:31 WIB

Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 

Berita Terbaru