Kediri- Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perhubungan menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mendukung kelancaran rangkaian kegiatan Kediri Mapan Expo peringati Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri. Rangkaian kegiatan akan dimulai hari Jumat (2/7) dan Sabtu (3/7). Rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, serta tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin menjelaskan penutupan jalan akan diberlakukan secara situasional. Ruas Jalan Basuki Rahmat menjadi jalur yang akan ditutup selama kegiatan berlangsung. Selama penutupan dilakukan, masyarakat yang akan melintas di kawasan tersebut diimbau menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Kombel Pol Duriyat, Jalan Pemuda, maupun Jalan Joyoboyo agar perjalanan tetap lancar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain mendukung kelancaran arus kendaraan, Dinas Perhubungan juga menyiapkan kantong parkir bagi pengunjung. Area Titik Nol disiapkan sebagai lokasi parkir utama dengan kapasitas sekitar 1.000 kendaraan yang diprioritaskan untuk sepeda motor, meskipun kendaraan roda empat juga tetap dapat memanfaatkan area tersebut sesuai ketersediaan ruang. “Kita sudah berkoordinasi dengan Satpol PP dan pihak kepolisian untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas agar mobilitas masyarakat tetap terjaga selama kegiatan berlangsung,” jelasnya.
Untuk kenyamanan pengunjung, pihaknya bekerjasama dengan Dinas PUPR telah menyiapkan toilet portable yang ditempatkan di beberapa titik, baik di kawasan Balai Kota maupun area sekitar lokasi kegiatan. Dinas Perhubungan mengimbau masyarakat untuk memperhatikan informasi rekayasa lalu lintas, serta mematuhi arahan petugas di lapangan. “Mohon maaf untuk masyarakat Kota Kediri apabila mengganggu kenyamanan berlalu lintas dan mohon kerja samanya kepada seluruh pihak agar peringatan Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat maupun pengunjung,” pesannya.
Salah satu agenda utama yang akan menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1147 ialah Jambore Nasional Vespa Small Frame. Kegiatan ini akan menghadirkan berbagai kegiatan yang tidak hanya mempertemukan pecinta Vespa dari berbagai daerah, namun juga menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata Kota Kediri. Ketua Panitia, Agung menyampaikan bahwa kegiatan ini dikemas sebagai ajang silaturahmi sekaligus promosi destinasi dan ikon Kota Kediri untuk para peserta dari luar daerah.
Rute riding dimulai dari kawasan Selomangleng, kemudian melintasi Jalan Mastrip, Jalan Dr. Harjo, Jalan Veteran, Jalan Sudanco Supriyadi, Jembatan Baru, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Diponegoro, Jalan PK Bangsa dan berakhir di Balai Kota Kediri. Rute tersebut dipilih agar peserta dapat menikmati suasana Kota Kediri sekaligus mengenal sejumlah kawasan strategis yang menjadi daya tarik kota. “Jambore ini adalah kegiatan riding bersama yang dijadwalkan berlangsung setelah waktu Maghrib atau sekitar pukul 18.00 WIB, menyesuaikan kondisi di lapangan. Peserta akan mengendarai vespa bersama dari venue utama di Goa Selomangleng menuju Balai Kota Kediri. Lokasi tersebut akan menjadi titik akhir perjalanan sekaligus checkpoint dan pusat kegiatan Festival Tahu yang juga merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Kediri,” terangnya.
Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, panitia membatasi peserta riding maksimal 100 orang. Kuota tersebut diprioritaskan untuk perwakilan komunitas dan tamu dari luar daerah. Diantaranya Bali, Pekalongan, Jakarta, hingga Bontang, Kalimantan. Pendaftaran dibuka secara langsung di lokasi tanpa dipungut biaya, baik bagi komunitas maupun peserta perorangan. Meskipun demikian masyarakat umum tetap diperbolehkan bergabung selama menggunakan Vespa dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Sementara itu, target pengunjung acara Jambore Nasional Vespa Small Frame diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang. Selama kegiatan riding berlangsung, berbagai agenda di venue utama tetap berjalan sehingga seluruh pengunjung tetap dapat menikmati rangkaian acara seperti kontes Vespa Small Frame yang menampilkan berbagai Vespa berangka kecil terbaik milik peserta, dll.
Risal Ketua Pelaksana Kejuaraan Bola Voly Walikota Cup menuturkan antusias masyarakat untuk mengikuti Bola Voly Walikota Cup luar biasa. Dirinya mencatat hingga saat ini sudah ada 64 tim yang mendaftar, terdiri dari 31 tim putri dan 33 tim putra. Untuk alur pendaftaran, Risal mengatakan telah menyebarkan informasi melalui kecamatan yang diteruskan ke kelurahan masing-masing. Peserta yang mendaftar tidak dipungut biaya apapun atau gratis.
Sistem kompetisi menggunakan sistem gugur dengan aturan setiap tim diperbolehkan membawa 3 pemain lokal (dari dalam Kota Kediri) dan 3 pemain bond (pemain luar Kota Kediri). Untuk babak penyisihan, akan diselenggarakan 4 pertandingan per hari hingga menyisakan 8 besar. Untuk semifinal dan final akan diselenggarakan 2 pertandingan per hari. “Untuk tanggal pelaksanaan Bola Voly Walikota Cup ini dimulai tanggal 4 sampai dengan 25 Juli 2026 yang diselenggarakan di Omah Sawah. Bagi para pemenang sudah disiapkan tropy, piala bergilir dan uang tunai jutaan rupiah,” terangnya.
Untuk diketahui selain Jambore Nasional Vespa Small Frame dan Kejuaraan Bola Voly Walikota Cup, dalam kegiatan yang berlangsung 2 hari tersebut juga diramaikan dengan Pelatihan Desain Costum Daur Ulang, Kediri Mapan Expo 2026 dan Lomba Olahan Tahu Takwa.
Penulis : Bimo







