Jawa Tengah Segera Bangun Pabrik Pengolahan Sampah Senilai 200 Juta Dolar di KEK Batang

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, Detikzone.id – Investasi besar di sektor lingkungan kembali hadir di Jawa Tengah. Sebuah pabrik pengolahan sampah modern yang berfokus pada limbah elektronik dan plastik akan segera dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.

Nilai investasi proyek ini mencapai 200 juta dolar Amerika Serikat (USD) dan ditargetkan mulai dikerjakan pada akhir tahun 2025.

Rencana pembangunan pabrik tersebut diumumkan setelah PT Green Java Solution dari Malaysia menandatangani nota kerja sama dengan PT Maju Selaras Sejahtera dari Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penandatanganan dilakukan di Hotel Padma, Kota Semarang, pada Jumat malam (7/11/2025) dan disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.

Sumarno menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut positif kerja sama investasi tersebut.

“Pemerintah daerah siap mendukung dan memfasilitasi seluruh perizinan yang diperlukan. Investasi ini jangan sampai terlewat karena sangat penting bagi pembangunan ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan pabrik ini dapat menjadi momentum penting bagi Jawa Tengah dalam menarik lebih banyak investor, terutama dari Malaysia.

Apalagi kini sudah tersedia penerbangan langsung Kuala Lumpur–Semarang, yang memperkuat hubungan ekonomi antarwilayah.

“Selain memberi nilai tambah secara ekonomi, proyek ini juga membantu menyelesaikan persoalan limbah elektronik dan plastik yang selama ini menjadi tantangan bagi daerah,” tambahnya.

Dari pihak investor, Direktur PT Green Java Solution, Nicholas, menjelaskan bahwa pembangunan akan dimulai pada Desember 2025 dan ditargetkan beroperasi pada Juni 2026.

“Pabrik ini berdiri di atas lahan seluas 80 hektare dengan serapan tenaga kerja awal sekitar 2.300 orang. Nantinya kapasitas produksi akan ditingkatkan, dan jumlah pekerja dapat mencapai 3.500 orang,” kata Nicholas.

Ia menambahkan, perusahaan sedang berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, terkait rencana kapasitas pengolahan limbah yang diproyeksikan mencapai 100 juta ton per tahun.

“Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah terus diberikan agar proyek ini menjadi salah satu tonggak pengelolaan limbah berteknologi tinggi di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Maju Selaras Sejahtera, Kukrit Suryo Wicaksono, menjelaskan bahwa masuknya investasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Luthfi untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

“Kami menjalankan amanat Pak Gubernur agar potensi investasi, perdagangan, dan pariwisata di Jawa Tengah bisa semakin berkembang,” ucapnya.

Kukrit menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya menggandeng perusahaan dari Malaysia, tetapi juga menghadirkan calon investor besar dari Singapura dan Tiongkok.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat investasi hijau di Indonesia,” jelasnya.

Kerja sama antara kedua perusahaan tersebut mencakup rencana investasi jangka panjang mulai dari perencanaan induk, pembiayaan, konstruksi, hingga operasional pabrik.

Proyek ini juga menjadi bagian dari pengembangan Kawasan Industri INDOGreen seluas 150 hektare, yang mengusung konsep zero waste to landfill atau pengelolaan tanpa sisa sampah ke tempat pembuangan akhir.

Fasilitas di dalamnya akan memanfaatkan berbagai teknologi mutakhir, seperti konversi plastik menjadi energi, pengolahan limbah medis tanpa bahan bakar fosil, pemulihan logam dari limbah elektronik, serta sistem energi terbarukan dan penyimpanan superkapasitor hijau.

Melalui proyek ini, Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi pusat teknologi lingkungan dan ekonomi sirkular di kawasan Asia Tenggara.

Kemitraan strategis ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

“Investasi seperti ini bukan hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga mencerminkan komitmen kita terhadap pelestarian lingkungan untuk generasi mendatang,” pungkas Sumarno.

Penulis : Mualim

Berita Terkait

Inflasi Kota Kediri Lebih Rendah dari Jawa Timur dan Nasional, BPS Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Juli 2026
Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang
Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi
Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik
Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 
Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga
Antrean Mengular, SPBU 5483504 Lombok Tengah Tetap Layani Pembelian Pertalite Pakai Botol Plastik
Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Sukses Gelar MANAFERA FUTSAL CUP 2026, Ajang Futsal Pelajar Se-Jateng DIY Berlangsung Meriah

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:18 WIB

Inflasi Kota Kediri Lebih Rendah dari Jawa Timur dan Nasional, BPS Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Juli 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:40 WIB

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:52 WIB

Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:35 WIB

Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:31 WIB

Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 

Berita Terbaru