Peduli Fasilitas Ibadah, Polisi dan Pengusaha Mr. X Bantu Semen untuk Musola Al-Ikhlas di Manding Sumenep

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Upaya membangun kembali Musola Al-Ikhlas yang roboh di Dusun Cekkor, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, semakin menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat. Tidak hanya dari aktivis dan jurnalis, dukungan juga datang dari aparat kepolisian dan kalangan pengusaha yang memilih merahasiakan identitasnya sebagai bentuk keikhlasan dalam berbuat kebaikan.

Seorang Polisi Sumenep yang enggan disebut namanya menyumbangkan 20 sak semen, sementara seorang pengusaha dermawan tanpa nama turut membantu dengan 10 sak semen. Keduanya menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap umat dan fasilitas ibadah yang selama ini menjadi pusat kegiatan spiritual masyarakat.

Polisi dermawan tersebut bahkan menyampaikan pesan bahwa ia akan terus mendukung langkah JSI, Detikzone, dan Aktivis Pemuda Reformasi Sumenep yang selama ini dikenal konsisten bergerak dalam aksi kemanusiaan dan sosial keagamaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami siap mendukung penuh program JSI, Detikzone, dan para aktivis. Mereka adalah garda yang selalu menunjukkan dedikasi untuk umat,” tuturnya singkat.

Kiprah sosial Detikzone kembali mencuri perhatian publik. Usai menyelesaikan pembangunan musola umum di Asta Bong Dungkek, proses pembelian ambulans umat, serta berbagai agenda sosial lainnya, media yang peduli pada isu kemanusiaan ini kembali turun tangan pada Jumat, 21 November 2025.

Bersama Aktivis Pemuda Reformasi Sumenep dan Organisasi Jurnalis Sumenep Independen (JSI), Detikzone menggalang dana dan dukungan untuk membangun ulang Musola Al-Ikhlas, yang ambruk akibat kondisi bangunan yang melemah. Musola yang terletak di tengah permukiman itu sehari-hari digunakan warga untuk salat berjamaah, mengaji, dan kegiatan ibadah lainnya. Kerobohan musola bukan hanya kehilangan fisik bangunan, tetapi juga hilangnya ruang spiritual yang menjadi tempat warga memperkuat keberagamaan dan kebersamaan.

Gerakan spontan masyarakat bersama para relawan langsung membuahkan hasil. Proses pembangunan darurat kini telah mencapai 20 persen, menunjukkan respons cepat dan tingginya kepedulian terhadap fasilitas ibadah tersebut. Kerangka bangunan sudah mulai berdiri, menjadi simbol harapan baru bagi warga Dusun Cekkor.

Tak hanya mengumpulkan donasi, gerakan ini juga menjadi sarana edukasi sosial. Aktivis Pemuda Reformasi Sumenep bersama Detikzone mengajak masyarakat memahami pentingnya merawat fasilitas keagamaan, sekaligus menanamkan kembali nilai gotong royong sebagai kearifan lokal yang semakin berharga.

Pimpinan Redaksi Detikzone.id, sekaligus motor penggerak sosial, Igusty Madani, menyampaikan terima kasih dan apresiasi mendalam kepada setiap donatur, baik yang menyebutkan identitasnya maupun para “Hamba Allah” yang memilih merahasiakan kebaikannya.

“Tempat ibadah adalah fasilitas vital bagi masyarakat. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, sangat berarti untuk mendukung kegiatan keagamaan warga,” ujarnya.

“Semoga semua bantuan, tenaga, dan doa menjadi amal kebaikan yang membawa keberkahan bagi warga Cekkor, dan semoga Allah SWT melimpahkan rezeki, kesehatan, dan rahmat-Nya kepada seluruh dermawan.”

Aktivis Pemuda Reformasi Sumenep, Ibnu Hajar, menegaskan bahwa musola bukan hanya bangunan fisik, tetapi ruang yang menyatukan hati warga.

“Musola ini simbol kebersamaan. Kami mengajak seluruh elemen, mulai masyarakat, pemerintah, hingga pengusaha, untuk bergandengan tangan agar musola ini kembali berdiri kokoh dan nyaman dipakai beribadah,” katanya.

Upaya pembangunan kembali ini menjadi wujud nyata bahwa kepedulian sosial masih hidup. Gerakan ini memperkuat ikatan persaudaraan dan mengingatkan bahwa memakmurkan tempat ibadah adalah tanggung jawab bersama.

Aksi sukarela dari polisi dan pengusaha  tanpa menyebutkan identitas  menjadi pelajaran penting bahwa kebaikan sejati tidak selalu perlu diketahui manusia. Dalam pandangan agama dan moralitas sosial, kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas justru membuka pintu berkah bagi pelakunya.

Musola Al-Ikhlas kini sedang dibangun kembali oleh tangan-tangan yang ikhlas dan hati-hati yang dipenuhi kepedulian. Semoga gerakan ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus menebar manfaat bagi sesama.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Kapolsek Sangkapura Gelar Safari Jumat di Masjid Subulussalam, Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Kamtibmas
Tragedi Pantai Pangi Blitar Ombak 2 Meter Gulung Rombongan Santri, Satu Bocah 9 Tahun Masih Hilang
Kapolres Sumenep Pimpin Anev Ketahanan Pangan, Perkuat Langkah Menuju Swasembada
Pupuk Aman, Petani Tenang: Polsek Rubaru Sumenep Dukung Ketahanan Pangan dari Desa
Tak Berkutik di Kamar, Dua Pria Terciduk Kasus Sabu di Sumenep
Babinsa Dasuk Laok Sumenep Bersama Warga Bangun Gorong-Gorong Lewat Karya Bhakti TNI
Jaga Marwah Institusi: Propam Polda Jatim Bina Etika Personel Polres Sumenep
Mutasi Besar di Polres Sumenep, Empat Kapolsek Resmi Berganti

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:53 WIB

Kapolsek Sangkapura Gelar Safari Jumat di Masjid Subulussalam, Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Kamtibmas

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:05 WIB

Tragedi Pantai Pangi Blitar Ombak 2 Meter Gulung Rombongan Santri, Satu Bocah 9 Tahun Masih Hilang

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:31 WIB

Kapolres Sumenep Pimpin Anev Ketahanan Pangan, Perkuat Langkah Menuju Swasembada

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:58 WIB

Pupuk Aman, Petani Tenang: Polsek Rubaru Sumenep Dukung Ketahanan Pangan dari Desa

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:37 WIB

Tak Berkutik di Kamar, Dua Pria Terciduk Kasus Sabu di Sumenep

Berita Terbaru

Fauzi AS saat bersama tim media di Hotel Platinum Surabaya dalam agenda silaturahmi dan diskusi

DETIK ZONE

Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Jun 2026 - 15:54 WIB