SUMENEP — Pengacara muda Sumenep sekaligus pendiri Lembaga Lidik Hukum dan HAM Sumenep, A. Effendi, S.H, kembali menggelar syukuran menjelang keberangkatannya menunaikan ibadah umrah untuk kedua kalinya. Syukuran berlangsung di kediamannya, Desa Pandian, pada Minggu (23/11/2025).
Berbeda dari perjalanan sebelumnya, kali ini A. Effendi berangkat bersama istri tercintanya serta 10 orang punggawa A. Effendi Lawfirm, yang ia anggap sebagai keluarga besar dalam perjalanan karier hukumnya.
Keberangkatan bersama istri dan tim tersebut menjadi simbol kebersamaan dan wujud syukur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara syukuran dikemas dalam suasana religius melalui sholawatan kepada Rasulullah SAW, yang diiringi lantunan doa dari para tamu undangan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh kerabat, rekan sejawat, rekan seprofesi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang hadir memberikan doa restu.
A. Effendi, S.H menyampaikan bahwa perjalanan umrah kali ini bukan hanya sebagai ibadah pribadi, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur atas amanah yang terus ia emban dalam dunia hukum dan kemasyarakatan.
“Umrah ini adalah perjalanan spiritual untuk memperbaiki diri. Dengan berangkat bersama istri dan tim, saya berharap kebersamaan ini menjadi energi positif dalam bekerja, melayani masyarakat, dan menjaga integritas,” ujarnya.
Sebagai pendiri Lembaga Lidik Hukum dan HAM Sumenep, ia menegaskan pentingnya mengaitkan nilai ibadah dengan gerakan kemanusiaan dan penegakan hukum yang adil.
A. Effendi berharap ibadah ini membawa keberkahan bagi semua pihak yang ia pimpin dan bimbing, serta menjadi pengingat agar tetap rendah hati dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat.
Ia juga berpesan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar terus menjaga tradisi keagamaan dan memadukannya dengan semangat pendidikan serta kepedulian sosial.
“Sholawatan, silaturahmi, dan syukuran seperti ini bukan hanya tradisi. Ini adalah pendidikan moral yang harus terus kita jaga agar masyarakat tetap rukun dan generasi muda tidak kehilangan jati diri,” pesannya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menandai harapan agar seluruh jamaah umrah diberi kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Langkah A. Effendi, S.H sebagai pengacara muda yang tak hanya fokus pada profesi, tetapi juga konsisten merawat tradisi keagamaan, memberikan contoh bahwa generasi muda dapat mengambil peran penting dalam menjaga nilai spiritual di tengah perkembangan zaman.
Penulis : Redaksi







