Citeureup — Suasana penuh haru, syiar, dan kebersamaan mewarnai kegiatan Pentas Seni Islami yang digelar DPK LASQI Kecamatan Citeureup pada Sabtu, 22 November 2025 di Majelis Ta’lim Nahdlatusy Syabab, Citeureup, Kabupaten Bogor.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang penampilan seni religi, tetapi juga momentum memperkuat silaturahmi, syiar dakwah, serta mengokohkan komitmen bersama dalam membesarkan seni musik Islami di wilayah Kabupaten Bogor.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat disuguhkan berbagai tampilan, mulai dari Haflah Tilawatil Qur’an, Gema Sholawat, hingga Pentas Seni Musik Islami, yang seluruhnya bertujuan meneguhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menghidupkan budaya Islami di tengah masyarakat yang terus berkembang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPK LASQI Citeureup “Syiar Lewat Seni Adalah Jalan Kita Bersama”
Ketua DPK LASQI Kecamatan Citeureup, Ustadz Sugih Hidayat, S.Ag, saat diwawancarai menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya acara yang penuh keberkahan tersebut.
“Alhamdulillah, acara ini berjalan berkat doa, dukungan, dan kerja sama semua pihak. Mulai dari Kepala Desa Citeureup, Ketua MUI Desa, Ketua Guru Ngaji, Penasehat LASQI Ustadz Guslichin, serta seluruh jajaran pengurus. Kalau ada kekurangan, itu bagian dari introspeksi untuk kita terus berbenah,” ujarnya.
Menurutnya, LASQI merupakan wadah strategis untuk syiar melalui seni Islami. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menguatkan komitmen bersama.
“Mari bersama-sama syiar gema sholawat melalui seni musik Islam bersama LASQI. Inilah bentuk kecintaan kami kepada seni Islami,” tambahnya.
80 Grup Seni Terbentuk_Capaian Besar LASQI Citeureup
Ustadz Sugih juga menjelaskan perkembangan pesat LASQI di Kecamatan Citeureup setelah dirinya menerima amanah dari Ketua DPD LASQI Kabupaten Bogor, Hj. Ajeng Umaroh, S.Pd.I.
Ia langsung bergerak menyusun kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan.
Kini, dari 2 kelurahan dan 12 desa se-Kecamatan Citeureup, telah terbentuk 80 grup seni, yang terdiri dari grup qasidah, hadroh, dan marawis. Mereka rutin mengikuti pembinaan dan silaturahmi setiap pekan.
“Ini bukti bahwa LASQI bukan hanya organisasi, tetapi wadah nyata yang diberkahi. Semoga dari Citeureup lahir para pelaku seni Islami yang kelak mengharumkan Kabupaten Bogor hingga tingkat nasional,” ujarnya penuh harap.
Ketua DPD LASQI Kabupaten Bogor “Belajar, Berkarya, dan Berkoreksi Itu Bagian dari Ibadah”
Kegiatan semakin lengkap dengan hadirnya Ketua DPD LASQI Kabupaten Bogor, Hj. Ajeng Umaroh, S.Pd.I, yang memberikan pembinaan langsung kepada para peserta dan pengurus LASQI.
Ia mengingatkan bahwa LASQI bukan sekadar tempat tampil, tetapi ruang untuk belajar dan bertumbuh.
“Dalam pembinaan organisasi, kita harus sama-sama belajar. Pasti ada kekurangan, dan di situlah pentingnya koreksi untuk kebaikan,” tegasnya.
Ajeng juga memberikan masukan teknis yang detail, mulai dari penguasaan nada, vokal, teknik menyanyi, harmonisasi khor, hingga pukulan ritme yang menjadi ciri khas marawis dan hadroh.
“Masukan itu bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk meningkatkan kualitas seni Islami kita. Kita ingin LASQI Kabupaten Bogor memiliki standar yang kuat dan membanggakan,” ucapnya.
Ia juga memberi motivasi khusus kepada peserta dari desa-desa se-Kecamatan Citeureup.
“Di LASQI ada jenjang karier hingga tingkat nasional. Teruslah berkarya, terus semangat, dan terus bersyiar melalui seni Islami,” ungkapnya.
Dukungan Majelis Ta’lim “LASQI Membentengi Anak-Anak dari Budaya Asing” .
Pimpinan Majelis Ta’lim Nahdlatusy Syabab, Ustadz Muslichin Asadudin, turut memberikan pernyataannya. Ia menilai kehadiran LASQI sangat penting sebagai benteng budaya bagi generasi muda.

“Acara perdana LASQI di Desa Citeureup ini luar biasa. LASQI mampu memperkuat syiar Islam melalui seni musik, sekaligus membentengi kita dari pengaruh budaya asing. Kegiatan ini bukan hanya silaturahmi, tapi kesempatan untuk mengembangkan seni Islami secara positif,” tuturnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada kepemimpinan LASQI Kabupaten Bogor dan DPK Citeureup.
“LASQI di bawah Bunda Hj. Ajeng Umaroh dan Ustadz Sugih sangat positif. Semoga menjadi titik awal yang semakin kuat untuk syiar dan pengembangan seni musik Islam,” ujarnya.

LASQI, Wadah Syiar dan Identitas Budaya Muslim Kabupaten Bogor
Dalam penutupnya, Ustadz Muslichin Asadudin menegaskan bahwa LASQI bukan sekadar lembaga seni. Lebih dari itu, LASQI sudah menjadi identitas budaya masyarakat Kabupaten Bogor.
“LASQI bukan sekadar budaya, tetapi akan menjadi ikon masyarakat Kabupaten Bogor. Bersama sholawat, kita terus berjuang bersama Bunda Hj. Ajeng Umaroh dan Ustadz Sugih,” tegasnya.
Penulis : Rahman







