ZIS ASN Sumenep Jadi Energi Penggerak Pembangunan 

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Sumenep menegaskan pentingnya peran UPZ sebagai garda terdepan dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah.

Wakil Bupati Sumenep menegaskan pentingnya peran UPZ sebagai garda terdepan dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah.

SUMENEP – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Kabupaten Sumenep memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam edukasi, penghimpunan, dan penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Peran ini menjadikan UPZ elemen kunci dalam keberhasilan program-program Baznas, baik yang menyasar ASN maupun masyarakat umum.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menekankan bahwa UPZ bukan sekadar pengumpul dana, tetapi juga agen pemberdayaan dan pelayan umat di lini paling depan.

“UPZ penting untuk menguatkan fondasi pengelolaan ZIS di Baznas Sumenep,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat Baznas Kabupaten Sumenep di Hotel Asmi, Senin (24/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baznas Kabupaten Sumenep mengelola berbagai program sosial yang menyasar masyarakat kurang mampu, termasuk santunan fakir miskin, anak yatim, rumah layak huni, beasiswa, serta zakat produktif. Menurut Wabup, peran UPZ menjadi vital karena mampu memperkuat program-program tersebut dengan pengelolaan yang profesional, transparan, dan tepat sasaran.

“Ketika ZIS ASN dan masyarakat dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran, ini menjadi energi penggerak pembangunan Kabupaten Sumenep,” jelasnya.

Wabup juga mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk menyalurkan ZIS melalui Baznas agar dapat dipertanggungjawabkan dan tepat sasaran.

Berdasarkan data Baznas periode Januari–Oktober 2025, dana ZIS yang dihimpun mencapai Rp 3,473 miliar, dengan dana yang didistribusikan dan didayagunakan sebesar Rp 2,823 miliar. Hingga saat ini, total penerima manfaat (mustahik) tercatat sebanyak 7.402 orang.

Wabup menegaskan, Baznas harus terus mengoptimalkan potensi pengumpulan ZIS melalui sosialisasi dan edukasi, sehingga dana tersebut menjadi energi perubahan untuk mendukung program pemerintah daerah, meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta menekan angka kemiskinan.

“Pengelolaan ZIS yang baik dan transparan adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumenep,” pungkas Wakil Bupati KH. Imam Hasyim.

Penulis : Ila Fadilah

Berita Terkait

Tingkatkan Kenyamanan Nelayan, UPT PPP Tamperan Renovasi dan Pasang Tenda di Area Bongkar Muat
Harlah ke-66 PMII, Bupati Sumenep Dorong Gerakan Mahasiswa Lebih Progresif Hadapi Tantangan Zaman
Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa
Harlah ke-66 PMII, PKDI Sumenep Serukan Peran Mahasiswa Jadi Garda Perubahan
Gerakan ASRI Lewat Jumat Bersih Kembali Digelar Pemkab Sumenep, Sasar Wilayah Barat Kota
Horor Sungai Sampean Baru Kembali Memakan Korban
Dispendikbud Kota Probolinggo Bantah Dugaan Monopoli Pengadaan ATK dan EO
Fraksi PDIP Sumenep Kompak Gowes, Tunjukkan Keteladanan Dukung Kebijakan Hemat BBM Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 00:18 WIB

Harlah ke-66 PMII, Bupati Sumenep Dorong Gerakan Mahasiswa Lebih Progresif Hadapi Tantangan Zaman

Sabtu, 18 April 2026 - 00:08 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa

Jumat, 17 April 2026 - 23:57 WIB

Harlah ke-66 PMII, PKDI Sumenep Serukan Peran Mahasiswa Jadi Garda Perubahan

Jumat, 17 April 2026 - 20:17 WIB

Gerakan ASRI Lewat Jumat Bersih Kembali Digelar Pemkab Sumenep, Sasar Wilayah Barat Kota

Jumat, 17 April 2026 - 18:19 WIB

Horor Sungai Sampean Baru Kembali Memakan Korban

Berita Terbaru