Hilirisasi Kelapa: Unitomo dan Halmahera Utara Jadikan Role Model Penguatan Ekonomi Daerah

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolaborasi Penguatan Ekonomi Daerah. Dekan Fikom Unitomo, Harliantara (tengah, bertopi), berjabat tangan dengan perwakilan Pemkab Halmahera Utara menandai dimulainya kerja sama dalam mendukung hilirisasi kelapa.

Kolaborasi Penguatan Ekonomi Daerah. Dekan Fikom Unitomo, Harliantara (tengah, bertopi), berjabat tangan dengan perwakilan Pemkab Halmahera Utara menandai dimulainya kerja sama dalam mendukung hilirisasi kelapa.

SURABAYA  Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menggelar Diskusi Strategis yang menyoroti potensi hilirisasi kelapa sebagai model percontohan (role model) untuk penguatan ekonomi di tingkat daerah.

Acara bertajuk “Hilirisasi Kelapa Sebagai Role Model Penguatan Ekonomi Daerah” ini diselenggarakan di Auditorium RM Soemantri Kampus Unitomo Surabaya, pada Selasa (26/11/2025).

Diskusi yang menghadirkan Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si.; Guru Besar Bidang Teknologi Pangan, Prof. Dr. Ir. Fadjar K Hartati, M.P.; dan Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, S.H., M.H., ini berfokus pada langkah konkret Halmahera Utara dalam mentransformasi komoditas kelapa dari bahan mentah menjadi produk ekspor bernilai tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, dalam paparannya menegaskan perlunya kebijakan daerah yang tegas untuk mengamankan bahan baku bagi industri pengolahan.

Kebijakan tersebut, yang diwujudkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) yang melarang ekspor kelapa mentah, diklaim telah memicu persaingan harga yang sehat di tingkat petani. Ia menyebut, harga kopra sempat merangkak naik hingga Rp25.000 per kilogram setelah industri pengolahan hilir masuk.

“Industri yang hadir di Halmahera Utara yang kita lahirkan hari ini dengan peraturan ini bukan sekedar untuk menghasilkan produk yang kita ekspor, tapi memiliki multiplier effect yang sangat luar biasa,” ujar Bupati.

Babua menekankan, dampak positif ini dirasakan langsung oleh masyarakat karena adanya penyerapan tenaga kerja dan persaingan harga yang semuanya dinikmati oleh petani lokal.

Menanggapi langkah tersebut, Guru Besar Teknologi Pangan, Prof. Dr. Ir. Fadjar K Hartati, mengapresiasi kebijakan Pemkab Halmahera Utara. Ia menegaskan bahwa kelapa adalah ‘pohon kehidupan’ yang seluruh bagiannya bernilai ekonomi.

Menurut Prof. Fadjar, kebijakan menahan komoditas mentah terbukti berhasil mendorong diversifikasi produk turunan kelapa, seperti coconut milk (susu kelapa), santan bubuk, dan Virgin Coconut Oil (VCO).

“Kebijakan ini adalah langkah cerdas untuk menghentikan kerugian ekonomi akibat ekspor bahan mentah dan memaksa lahirnya inovasi pangan,” kata Prof. Fadjar.

Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, berkomitmen penuh mendukung agenda hilirisasi ini melalui kolaborasi dan riset. Unitomo, kata dia, siap mengerahkan delapan fakultasnya untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan penelitian berorientasi dampak nyata bagi ekonomi daerah.

“Kami siap terlibat, termasuk melalui program pengabdian dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang bersinergi langsung dengan kebutuhan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara,” tegas Prof. Siti.

Diskusi strategis ini diakhiri dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) antara Unitomo dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan jajaran dinas terkait. Penandatanganan ini menandai komitmen bersama untuk menjadikan hilirisasi kelapa sebagai agenda pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Lamri

Editor : SAN

Sumber Berita : ISTARA NEWS

Berita Terkait

SD Muhammadiyah 1 Bawean dan SMP Muhammadiyah 3 Sangkapura Gresik Gelar MPLS, Usung Tema “MELINGKARLAH” dengan Konsep Circus Show
GEBRAKAN AWAL TAHUN! MPLS Ramah SDN Panaongan III Dibuka Dua Pengawas Sekaligus, Luncurkan SAKOPENGAN dan Hotline PORAGUS
Wito GPN Bantah Tuduhan Terima Imbalan Rp5 Juta dan Disebut Jadi “Beking” Sekolah, Minta Hak Jawab Dipenuhi
PORAGUS Hadir di SDN Panaongan III, Kepala Sekolah Agus Sugianto Buka Hotline Pengaduan demi Pelayanan yang Responsif dan Melayani
Haflatul Imtihan LPI Imaduddin di Panaongan Sumenep Ditutup Pengajian Akbar, KH Kholil Yasin: Ilmu Tanpa Adab Kehilangan Keberkahan
Pondok Pesantren Al-Arifin Sampang Lepas 121 Siswa, Tegaskan Komitmen Mencetak Generasi Berakhlak dan Berprestasi
Haru dan Meriah, Malam Wisuda Purna LPI Imaduddin Panaongan Sumenep Jadi Momen Penuh Kenangan
Ketua BPI KPNPA RI Bogor Kritik Keras SPMB, Sebut Hak Pendidikan Anak Bangsa Terabaikan

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 13:52 WIB

SD Muhammadiyah 1 Bawean dan SMP Muhammadiyah 3 Sangkapura Gresik Gelar MPLS, Usung Tema “MELINGKARLAH” dengan Konsep Circus Show

Senin, 13 Juli 2026 - 11:14 WIB

GEBRAKAN AWAL TAHUN! MPLS Ramah SDN Panaongan III Dibuka Dua Pengawas Sekaligus, Luncurkan SAKOPENGAN dan Hotline PORAGUS

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:02 WIB

Wito GPN Bantah Tuduhan Terima Imbalan Rp5 Juta dan Disebut Jadi “Beking” Sekolah, Minta Hak Jawab Dipenuhi

Senin, 6 Juli 2026 - 20:45 WIB

PORAGUS Hadir di SDN Panaongan III, Kepala Sekolah Agus Sugianto Buka Hotline Pengaduan demi Pelayanan yang Responsif dan Melayani

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:56 WIB

Haflatul Imtihan LPI Imaduddin di Panaongan Sumenep Ditutup Pengajian Akbar, KH Kholil Yasin: Ilmu Tanpa Adab Kehilangan Keberkahan

Berita Terbaru

Fauzi AS

NASIONAL

Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Senin, 13 Jul 2026 - 22:33 WIB