SUMENEP – Aksi pencurian kendaraan bermotor di Kecamatan Pasongsongan kembali memicu keresahan. Kali ini, sepeda motor Scoopy milik Munawarah, warga Dusun Lebak, Desa Pasongsongan, raib digondol maling. Kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai Rp15 juta.
Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa bermula pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Korban memarkirkan sepeda motornya di gang sebelah barat rumah karena akses menuju rumah tidak memungkinkan kendaraan masuk.
Sekitar pukul 22.00 WIB, korban baru teringat bahwa kunci kontak masih menempel di sepeda motor. Saat kembali ke lokasi, kunci tersebut sudah tidak ada. Korban sempat mengira kunci itu terbawa masuk ke rumah sehingga tidak menaruh curiga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun keesokan harinya, Senin (27/7/2026) sekitar pukul 07.45 WIB, saat hendak berangkat bekerja menggunakan kunci cadangan, sepeda motor yang menjadi alat transportasi sekaligus penunjang mata pencahariannya sudah lenyap. Pencarian di sekitar lokasi tidak membuahkan hasil hingga akhirnya korban melapor ke Polsek Pasongsongan.
Dengan penuh harap, Munawarah meminta jajaran kepolisian tidak memandang sebelah mata kasus yang menimpanya.
“Saya mohon kepada Bapak Kapolsek Pasongsongan agar bekerja maksimal mengungkap pelaku. Kami ini orang kecil, motor itu kami beli dengan susah payah. Jangan sampai orang miskin seperti kami semakin menderita karena ulah pencuri yang dibiarkan berkeliaran. Kami hanya ingin keadilan dan motor kami kembali,” ungkapnya.
Maraknya kasus pencurian sepeda motor di wilayah Pasongsongan kini menjadi perhatian masyarakat. Rentetan kejadian tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi jajaran Polresta Sumenep dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Tokoh pemuda Pasongsongan, Aamirus Solihin, menilai maraknya pencurian kendaraan bermotor menjadi ujian awal bagi Kapolresta Sumenep yang baru beberapa hari menjabat.
“Ini momentum bagi Kapolresta Sumenep untuk membuktikan bahwa kehadiran beliau benar-benar membawa rasa aman bagi masyarakat. Jangan sampai warga terus dihantui rasa takut setiap kali memarkir kendaraan. Kami berharap Kapolresta memberi atensi khusus terhadap maraknya curanmor di Pasongsongan, memerintahkan jajarannya bergerak cepat, menangkap pelaku, dan membongkar jaringan pencurian kendaraan bermotor hingga ke akarnya,” tegas Aamirus.
Ia berharap pengungkapan kasus ini tidak berhenti pada penyelidikan semata, melainkan mampu memberikan efek jera kepada pelaku sehingga masyarakat kembali merasa aman menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, hingga berita ini terbit, Kapolsek Pasongsongan belum dapat dikonfirmasi karena media ini mengalami keterbatasan akses komunikasi. Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Penulis : Red







