Rakorda IMMAPSI Jatim di Unesa, Satukan Visi dan Aspirasi Mahasiswa Demi Masa Depan Pendidikan

Minggu, 19 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi pusat konsolidasi mahasiswa manajemen pendidikan se-Jawa Timur dengan digelarnya Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Ikatan Mahasiswa Manajemen Pendidikan, Administrasi Pendidikan, dan Manajemen Pendidikan Islam Seluruh Indonesia (IMMAPSI) Wilayah III Jawa Timur.

Forum yang mempertemukan para ketua dan pengurus Himpunan Mahasiswa Manajemen Pendidikan (MP), Administrasi Pendidikan (AP), dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur itu menjadi momentum strategis untuk memperkuat visi organisasi, mengevaluasi program kerja, sekaligus menghimpun aspirasi demi mendorong kemajuan pendidikan nasional.

Rakorda dibuka secara resmi oleh Direktur Kemahasiswaan Unesa, Dr. Muhammad Sholeh, S.Pd., M.Pd., didampingi Koordinator Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Unesa. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Seminar Kebijakan Pendidikan Nasional yang menghadirkan Sekretaris Komisi Pendidikan MUI Jawa Timur, Dr. Mufarrihul Hasin, S.Pd.I., M.Pd.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Sholeh menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Unesa sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakorda IMMAPSI Jatim.

“Selamat datang di Kampus Para Juara. Unesa siap berkolaborasi karena sejatinya Unesa siap bersaing dalam hal-hal kebaikan, sesuai dengan jargon kita, Unesa Satu Langkah di Depan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Prodi S1 Manajemen Pendidikan Unesa menilai forum tersebut menjadi wadah penting untuk mempererat sinergi antarmahasiswa lintas kampus dalam mengawal kualitas tata kelola pendidikan di Indonesia.

Ketua IMMAPSI Jawa Timur, Faisol, menegaskan bahwa Rakorda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang evaluasi menyeluruh untuk memastikan arah gerakan IMMAPSI tetap sejalan dengan visi organisasi yang Progresif dan Inovatif.

“IMMAPSI Jatim harus menjadi wadah perjuangan, bukan sekadar organisasi yang berjalan secara formalitas. Melalui Rakorda ini kita memperkuat visi dan misi, melakukan evaluasi, serta menyusun langkah strategis agar setiap gerakan benar-benar memberi dampak bagi dunia pendidikan,” tegasnya.

Menurut Faisol, seluruh aktivitas organisasi harus berpijak pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui tiga pilar tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang kritis, inovatif, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sistem pendidikan nasional.

Selain memperkuat internal organisasi, Rakorda juga menjadi forum penyampaian berbagai aspirasi mahasiswa terkait masa depan rumpun ilmu Manajemen Pendidikan, Administrasi Pendidikan, dan Manajemen Pendidikan Islam. Para peserta mendorong lahirnya regulasi yang memberikan ruang lebih besar bagi lulusan bidang tersebut untuk berperan sebagai konseptor dan penggerak dalam tata kelola pendidikan Indonesia.

Berbagai gagasan dan rekomendasi tersebut diperdalam melalui Seminar Kebijakan Pendidikan Nasional yang berlangsung interaktif. Para peserta berdiskusi mengenai tantangan dunia pendidikan, mengevaluasi kebijakan yang ada, serta merumuskan berbagai solusi dari perspektif mahasiswa.

Melalui Rakorda yang digelar di Unesa, IMMAPSI Wilayah III Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus membangun organisasi yang solid, adaptif, dan visioner, sekaligus menjadi mitra strategis dalam menghadirkan gagasan serta rekomendasi bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

Penulis : Red

Berita Terkait

Dr. Sri Roekminiati Ukir Capaian Sempurna, Lulus Doktor dengan IPK 4,00
Sakit Flu Tak Halangi Davina Raih Juara 3 FTBI, Pantiga Jaga Tradisi Prestasi Empat Tahun Berturut-turut
FTBI Sumenep 2026: Ketika Anak-Anak Menjadi Penjaga Bahasa Madura
Pendidikan dan Kemiskinan Madura Jadi Sorotan UTM, Pamekasan Disebut Tak Lagi Masuk Kabupaten Miskin
KKG PJOK Pasongsongan Perkuat Soliditas Guru Olahraga, Siapkan Pembinaan Bibit Sepak Bola
KKG PAI Kecamatan Pasongsongan Perkuat Profesionalisme Guru, dari Disiplin ASN hingga Harmoni dengan Kepala Sekolah
Pelajar SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong Medali Nasional hingga Internasional, AZ-Syahra Nastiti Ramadhani Ukir Prestasi di Bidang Matematika
Guru di Sumenep Didorong Mahir AI, PGRI POWER Wilayah 2 Gelar Workshop Digitalisasi Pembelajaran

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 10:49 WIB

Dr. Sri Roekminiati Ukir Capaian Sempurna, Lulus Doktor dengan IPK 4,00

Jumat, 25 September 2026 - 19:24 WIB

Sakit Flu Tak Halangi Davina Raih Juara 3 FTBI, Pantiga Jaga Tradisi Prestasi Empat Tahun Berturut-turut

Kamis, 24 September 2026 - 16:07 WIB

FTBI Sumenep 2026: Ketika Anak-Anak Menjadi Penjaga Bahasa Madura

Kamis, 24 September 2026 - 12:19 WIB

Pendidikan dan Kemiskinan Madura Jadi Sorotan UTM, Pamekasan Disebut Tak Lagi Masuk Kabupaten Miskin

Rabu, 23 September 2026 - 19:14 WIB

KKG PJOK Pasongsongan Perkuat Soliditas Guru Olahraga, Siapkan Pembinaan Bibit Sepak Bola

Berita Terbaru

Ilustrasi

DETIK ZONE

Petaka Jam Pelajaran: Siswa SMAN 1 Ambunten Tewas Tenggelam

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:06 WIB