MPLS Bernuansa Karakter! Pendongeng Nasional Kak Avan Ajak Siswa SDN Pasongsongan I Sumenep Tolak Bullying, Kepsek Tegaskan Pentingnya Empati Sejak Dini

Rabu, 15 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SDN Pasongsongan I Mariyatul Qiptiyah bersama Pendongeng Nasional Kak Avan dan para siswa usai kegiatan mendongeng bertema “Menumbuhkan Kasih Sayang dan Empati, Bersama Ciptakan SDN Pasongsongan I Bebas Bullying”.

Kepala SDN Pasongsongan I Mariyatul Qiptiyah bersama Pendongeng Nasional Kak Avan dan para siswa usai kegiatan mendongeng bertema “Menumbuhkan Kasih Sayang dan Empati, Bersama Ciptakan SDN Pasongsongan I Bebas Bullying”.

SUMENEP, Rabu, 15 Juli 2026- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Pasongsongan I tahun ini tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan ruang kelas, guru, maupun tata tertib sekolah. Lebih dari itu, sekolah memilih membangun fondasi karakter peserta didik sejak hari pertama melalui sentuhan kisah yang penuh makna.

Menghadirkan Pendongeng Nasional Kak Avan, SDN Pasongsongan I menggelar kegiatan “Mendongeng Bersama Kak Avan” dengan tema “Menumbuhkan Kasih Sayang dan Empati, Bersama Ciptakan SDN Pasongsongan I Bebas Bullying.”

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian MPLS tersebut disambut antusias oleh para siswa. Gelak tawa memenuhi ruangan, namun di balik setiap cerita yang disampaikan tersimpan pesan mendalam tentang pentingnya saling menghargai, menghormati perbedaan, menolong teman, dan menolak segala bentuk perundungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mencegah bullying, menurut pihak sekolah, tidak selalu harus melalui nasihat panjang atau hukuman. Terkadang sebuah cerita sederhana justru mampu menyentuh hati anak-anak dan menanamkan nilai-nilai kebaikan yang akan mereka bawa hingga dewasa.

Dengan gaya bertutur yang interaktif, penuh ekspresi, dan komunikatif, Pendongeng Nasional Kak Avan mengajak para siswa memahami bahwa setiap perkataan dan tindakan memiliki dampak terhadap orang lain. Anak-anak diajak belajar menjadi pribadi yang peduli, berempati, serta berani menciptakan lingkungan pertemanan yang sehat dan saling menghargai.

Kepala SDN Pasongsongan I, Mariyatul Qiptiyah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sengaja dimasukkan dalam rangkaian MPLS agar sejak awal para peserta didik memahami bahwa sekolah bukan hanya tempat mencari ilmu, tetapi juga tempat membangun karakter.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi siswa yang cerdas, tetapi juga memiliki hati yang penuh kasih sayang, saling menghormati, dan mampu merasakan apa yang dirasakan teman-temannya. Karena itu, pencegahan bullying harus dimulai sejak usia dini,” ujarnya.

Menurutnya, MPLS merupakan momentum yang tepat untuk memperkenalkan budaya sekolah yang ramah anak, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

Ia berharap kegiatan mendongeng mampu menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari para siswa, sehingga kebiasaan mengejek, mengucilkan, maupun melakukan kekerasan fisik dan verbal dapat dicegah sejak awal.

Sepanjang kegiatan, para siswa tampak aktif mengikuti jalannya dongeng. Mereka diajak berdialog, menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, hingga belajar bagaimana memperlakukan teman dengan baik.

Melalui kegiatan tersebut, SDN Pasongsongan I kembali menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari bullying.

Sebab, sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat menumbuhkan karakter, kasih sayang, dan empati. Nilai-nilai itulah yang diharapkan menjadi bekal bagi setiap anak untuk tumbuh sebagai generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta mampu menghargai sesama di mana pun mereka berada.

Penulis : Red

Berita Terkait

SD Muhammadiyah 1 Bawean dan SMP Muhammadiyah 3 Sangkapura Gresik Gelar MPLS, Usung Tema “MELINGKARLAH” dengan Konsep Circus Show
GEBRAKAN AWAL TAHUN! MPLS Ramah SDN Panaongan III Dibuka Dua Pengawas Sekaligus, Luncurkan SAKOPENGAN dan Hotline PORAGUS
Wito GPN Bantah Tuduhan Terima Imbalan Rp5 Juta dan Disebut Jadi “Beking” Sekolah, Minta Hak Jawab Dipenuhi
PORAGUS Hadir di SDN Panaongan III, Kepala Sekolah Agus Sugianto Buka Hotline Pengaduan demi Pelayanan yang Responsif dan Melayani
Haflatul Imtihan LPI Imaduddin di Panaongan Sumenep Ditutup Pengajian Akbar, KH Kholil Yasin: Ilmu Tanpa Adab Kehilangan Keberkahan
Pondok Pesantren Al-Arifin Sampang Lepas 121 Siswa, Tegaskan Komitmen Mencetak Generasi Berakhlak dan Berprestasi
Haru dan Meriah, Malam Wisuda Purna LPI Imaduddin Panaongan Sumenep Jadi Momen Penuh Kenangan
Ketua BPI KPNPA RI Bogor Kritik Keras SPMB, Sebut Hak Pendidikan Anak Bangsa Terabaikan

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:07 WIB

MPLS Bernuansa Karakter! Pendongeng Nasional Kak Avan Ajak Siswa SDN Pasongsongan I Sumenep Tolak Bullying, Kepsek Tegaskan Pentingnya Empati Sejak Dini

Senin, 13 Juli 2026 - 13:52 WIB

SD Muhammadiyah 1 Bawean dan SMP Muhammadiyah 3 Sangkapura Gresik Gelar MPLS, Usung Tema “MELINGKARLAH” dengan Konsep Circus Show

Senin, 13 Juli 2026 - 11:14 WIB

GEBRAKAN AWAL TAHUN! MPLS Ramah SDN Panaongan III Dibuka Dua Pengawas Sekaligus, Luncurkan SAKOPENGAN dan Hotline PORAGUS

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:02 WIB

Wito GPN Bantah Tuduhan Terima Imbalan Rp5 Juta dan Disebut Jadi “Beking” Sekolah, Minta Hak Jawab Dipenuhi

Senin, 6 Juli 2026 - 20:45 WIB

PORAGUS Hadir di SDN Panaongan III, Kepala Sekolah Agus Sugianto Buka Hotline Pengaduan demi Pelayanan yang Responsif dan Melayani

Berita Terbaru