SUMENEP – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Hari Keempat di SDN Panaongan III, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Kamis (16/7/2026), berlangsung semarak sekaligus penuh makna. Sekolah yang dikenal aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pihak ini menghadirkan dua narasumber inspiratif untuk membekali peserta didik baru dengan pendidikan karakter yang relevan dengan tantangan zaman.
Narasumber pertama adalah Deny Puja Pranata, TikToker dan konten kreator yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan “Mana-Mana”. Dalam sesi bertajuk “Sopan Santun Bersosmed”, ia mengajak para peserta didik memahami pentingnya menjaga etika, sopan santun, dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Melalui penyampaian yang ringan, komunikatif, dan dekat dengan dunia anak-anak, Mana-Mana mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan karakter yang baik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Media sosial bisa menjadi tempat belajar, berkarya, dan berbagi kebaikan. Namun jika digunakan tanpa etika dan sopan santun, justru dapat membawa dampak negatif. Jadilah generasi yang cerdas sekaligus beradab dalam bermedia sosial,” pesannya di hadapan para siswa.
Sementara itu, narasumber kedua, Lailatul Fadila dan Febrilah Putri dari Puskesmas Pasongsongan, memberikan edukasi melalui kegiatan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Materi yang disampaikan berfokus pada pembentukan karakter PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, peserta didik dikenalkan kembali pada kebiasaan hidup sehat, mulai dari cara mencuci tangan yang benar, menjaga kebersihan tubuh, etika menggunakan toilet, pentingnya mandi secara teratur, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekolah agar tetap aman, sehat, bersih, dan nyaman.
Program edukasi kesehatan seperti ini memang telah menjadi agenda rutin SDN Panaongan III setiap pelaksanaan MPLS. Sekolah secara konsisten menggandeng tenaga kesehatan dari Puskesmas Pasongsongan sebagai bentuk komitmen dalam membangun karakter peserta didik melalui pembiasaan hidup bersih dan sehat sejak hari pertama mereka mengenal lingkungan sekolah.
Tidak hanya menghadirkan edukasi, suasana haru juga mewarnai kegiatan MPLS hari keempat melalui penyerahan bantuan peralatan sekolah kepada peserta didik yatim. Bantuan tersebut disalurkan oleh seorang dermawan melalui Deny Puja Pranata berupa perlengkapan sekolah serta santunan uang tunai.
Dalam kesempatan itu, Mana-Mana menyampaikan pesan yang menyentuh hati kepada seluruh peserta didik.
“Jangan melihat besar kecilnya nominal bantuan ini, tetapi lihatlah ketulusan dan kepedulian para donatur yang ingin berbagi kebahagiaan dengan adik-adik yatim di SDN Panaongan III. Semoga menjadi penyemangat untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” ungkapnya.
Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada kedua narasumber yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan motivasi kepada peserta didik baru.

Menurut sosok kepala sekolah yang dikenal ikonik dengan balutan blangkon serta menjadi pelopor kolaborasi pendidikan di Kecamatan Pasongsongan tersebut, pendidikan karakter tidak dapat dibangun hanya oleh sekolah, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Deny Puja Pranata atau Mana-Mana dan Pingkan dari Puskesmas Pasongsongan yang telah menjadi bagian dari perjalanan MPLS Ramah SDN Panaongan III. Kolaborasi seperti inilah yang kami yakini mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak. Semoga kerja sama ini terus berlanjut pada berbagai program pendidikan lainnya,” ujar Agus.
Ia menambahkan bahwa menghadirkan Mana-Mana untuk kedua kalinya merupakan bentuk keseriusan sekolah dalam memberikan literasi digital kepada peserta didik. Menurutnya, anak-anak saat ini tumbuh di tengah derasnya arus digitalisasi sehingga perlu dibekali bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga etika, kesopanan, dan tanggung jawab dalam berinteraksi di dunia maya.
“Anak-anak sekarang hidup berdampingan dengan media sosial. Jika mereka tidak dibekali etika dan sopan santun dalam bersosial media, maka yang mereka peroleh bisa jadi bukan manfaat, melainkan dampak yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Karena itu, pendidikan karakter digital harus dimulai sejak usia sekolah dasar,” tegasnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, MPLS Ramah SDN Panaongan III kembali membuktikan bahwa masa pengenalan lingkungan sekolah bukan sekadar mengenalkan ruang kelas dan tata tertib, tetapi menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai karakter, kepedulian sosial, budaya hidup sehat, serta kecakapan digital sebagai bekal generasi masa depan yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Penulis : Red







