Sumenep, 1 Desember 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan komitmennya dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat dengan menyalurkan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Kali ini, bantuan tersebut diberikan kepada Ibu Salima (72), seorang warga Kecamatan Masalembu yang telah lama tinggal di rumah dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, baik dari segi struktur bangunan maupun kelayakan huni.
Program renovasi ini merupakan hasil dari kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Sumenep dan Balai Perempuan Masalembu Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerja sama strategis ini bertujuan untuk memberikan bantuan langsung kepada warga yang membutuhkan, terutama mereka yang berada dalam kondisi sulit. Penyaluran bantuan dilakukan setelah tim gabungan melakukan asesmen dan survei untuk memastikan bantuan diberikan dengan tepat.
Rumah Ibu Salima, yang sebelumnya memiliki dinding rapuh, atap bocor, dan kondisi sanitasi yang sangat buruk, akan direnovasi menjadi tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan sehat. Program ini diharapkan dapat memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi Ibu Salima yang telah lama tinggal dalam kondisi serba kekurangan.
Ketua KPI Kabupaten Sumenep, Nunung Fitriana, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sosial organisasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami percaya, kolaborasi antara lembaga akan mempercepat upaya pengentasan kemiskinan. Rumah yang layak adalah langkah awal menuju kehidupan yang lebih bermartabat,” ujarnya.
Proses renovasi juga melibatkan pemindahan rumah Ibu Salima ke lokasi yang lebih dekat dengan keluarga dan masyarakat. Hal ini dilakukan agar Ibu Salima yang sudah sepuh dan tinggal bersama puterinya yang memiliki disabilitas wicara dapat lebih mudah mendapat perhatian dan dukungan dari kerabat serta tetangga sekitar.

“Kami sudah berdiskusi dengan keluarga, dan lebih baik rumah baru dibangun di lokasi yang lebih dekat dengan keluarga dan lingkungan sosial, mengingat beliau hanya tinggal berdua dengan anaknya,” jelas Fatimatuzzahroh, Ketua BP Masalembu KPI.
Program ini disambut baik oleh Ibu Salima, yang mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS dan semua pihak yang telah peduli dengan kondisi hidupnya. “Terima kasih kepada BAZNAS dan semua yang membantu. Semoga ini menjadi amal jariyah dan berkah bagi semua,” ujar Ibu Salima dengan haru.
Melalui sinergi yang terjalin antara BAZNAS, KPI, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak lembaga yang tergerak untuk turut membantu masyarakat melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran. Dengan langkah ini, upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sumenep akan semakin terasa dampaknya, terutama bagi mereka yang membutuhkan






