SURABAYA — Peningkatan signifikan dalam konsumsi ikan di Jawa Timur menjadi bukti nyata keberhasilan intervensi pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digagas pemerintah provinsi terbukti membuahkan hasil positif, menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan kesadaran konsumsi ikan tertinggi di Indonesia, Senin, 15/12/2025.
Data terkini menunjukkan bahwa konsumsi ikan per kapita masyarakat Jawa Timur telah mencapai 53,30 kilogram per tahun. Pencapaian ini menjadi indikator bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya asupan protein hewani dari ikan untuk kesehatan dan pertumbuhan anak-anak.
Namun, catatan penting adalah konsumsi terbesar masih terpusat di ranah komersial, seperti restoran atau rumah makan. Di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Ponorogo, tingkat konsumsi ikan di rumah tangga masih rendah, hanya sekitar 14,94 kilogram per kapita per tahun, menunjukkan perlunya intervensi lebih masif untuk menjangkau keluarga di seluruh daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peningkatan konsumsi ikan diyakini menjadi salah satu faktor penting dalam penurunan angka stunting di Jawa Timur.
Prevalensi stunting yang tercatat pada 17,7% tahun 2023 diharapkan dapat menurun menjadi 14% pada 2024. Angka ini menunjukkan bahwa asupan gizi yang cukup, termasuk protein dari ikan, berperan besar dalam pertumbuhan anak dan pencegahan gangguan perkembangan.
Dukungan Jawa Timur terhadap program ini juga diperkuat oleh produksi perikanan yang melimpah. Berdasarkan Statistik DKP Jatim 2025, total produksi perikanan budidaya dan tangkap di provinsi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, baik di tingkat rumah tangga maupun komersial. Ketersediaan ikan yang memadai memastikan masyarakat dapat mengakses sumber protein berkualitas secara berkelanjutan.
Pemerintah provinsi menekankan pentingnya edukasi gizi dan kampanye makan ikan di sekolah-sekolah, posyandu, dan komunitas masyarakat.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan kesadaran akan manfaat kesehatan, tetapi juga membentuk kebiasaan sehat sejak dini bagi generasi muda.
Dengan sinergi antara ketersediaan sumber daya perikanan dan program edukasi yang berkelanjutan, Jawa Timur optimis dapat mempertahankan tren positif konsumsi ikan.
Upaya ini diharapkan tidak hanya menurunkan angka stunting, tetapi juga menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus menjadi contoh bagi provinsi lain dalam memajukan gizi dan kesehatan masyarakat.
Penulis : Moch Solihin
Editor : Igusty Madani
Sumber Berita : Detikzone.id







