Lonjakan Konsumsi Ikan di Jawa Timur Dorong Penurunan Angka Stunting dan Peningkatan Gizi Masyarakat

Senin, 15 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari meja makan ke pertumbuhan anak: Ikan tingkatkan gizi masyarakat Jawa Timur

Dari meja makan ke pertumbuhan anak: Ikan tingkatkan gizi masyarakat Jawa Timur

SURABAYA — Peningkatan signifikan dalam konsumsi ikan di Jawa Timur menjadi bukti nyata keberhasilan intervensi pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digagas pemerintah provinsi terbukti membuahkan hasil positif, menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan kesadaran konsumsi ikan tertinggi di Indonesia, Senin, 15/12/2025.

Data terkini menunjukkan bahwa konsumsi ikan per kapita masyarakat Jawa Timur telah mencapai 53,30 kilogram per tahun. Pencapaian ini menjadi indikator bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya asupan protein hewani dari ikan untuk kesehatan dan pertumbuhan anak-anak.

Namun, catatan penting adalah konsumsi terbesar masih terpusat di ranah komersial, seperti restoran atau rumah makan. Di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Ponorogo, tingkat konsumsi ikan di rumah tangga masih rendah, hanya sekitar 14,94 kilogram per kapita per tahun, menunjukkan perlunya intervensi lebih masif untuk menjangkau keluarga di seluruh daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peningkatan konsumsi ikan diyakini menjadi salah satu faktor penting dalam penurunan angka stunting di Jawa Timur.

Prevalensi stunting yang tercatat pada 17,7% tahun 2023 diharapkan dapat menurun menjadi 14% pada 2024. Angka ini menunjukkan bahwa asupan gizi yang cukup, termasuk protein dari ikan, berperan besar dalam pertumbuhan anak dan pencegahan gangguan perkembangan.

Dukungan Jawa Timur terhadap program ini juga diperkuat oleh produksi perikanan yang melimpah. Berdasarkan Statistik DKP Jatim 2025, total produksi perikanan budidaya dan tangkap di provinsi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, baik di tingkat rumah tangga maupun komersial. Ketersediaan ikan yang memadai memastikan masyarakat dapat mengakses sumber protein berkualitas secara berkelanjutan.

Pemerintah provinsi menekankan pentingnya edukasi gizi dan kampanye makan ikan di sekolah-sekolah, posyandu, dan komunitas masyarakat.

Langkah ini tidak hanya meningkatkan kesadaran akan manfaat kesehatan, tetapi juga membentuk kebiasaan sehat sejak dini bagi generasi muda.

Dengan sinergi antara ketersediaan sumber daya perikanan dan program edukasi yang berkelanjutan, Jawa Timur optimis dapat mempertahankan tren positif konsumsi ikan.

Upaya ini diharapkan tidak hanya menurunkan angka stunting, tetapi juga menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus menjadi contoh bagi provinsi lain dalam memajukan gizi dan kesehatan masyarakat.

Penulis : Moch Solihin

Editor : Igusty Madani

Sumber Berita : Detikzone.id

Berita Terkait

Lebih dari Sekadar Keamanan, Satpam RSUD Sumenep Selalu Sigap dengan Semangat Bismillah Melayani
RSUD Sumenep Perlihatkan Kesiapsiagaan IGD, Pasien Darurat Ditangani Tanpa Delay, dan Kolaborasi Tim Medis Terlihat Solid
Dukung Gerakan Hemat Energi, Dirut RSUD Sumenep Pilih Cara Tak Biasa
Lowongan Bergengsi! RSUD Sumenep Buka Rekrutmen Nakes dan Teknis 2026, Jangan Lewatkan
RSUD Sumenep Perkuat Kepercayaan Publik, E-Katalog Jadi Senjata Transparansi
Kesempatan Emas! RSUD Sumenep Buka Rekrutmen Pegawai BLUD Non-ASN 2026, Gratis Tanpa Biaya
Bungkus Kertas Picu Kisruh, SPPG Banjarbillah Sampang dan Kader Posyandu Beda Versi, Distribusi Dinilai Tak Beres
MBG di SDN III Klampar Pamekasan Tak Sesuai Standar, Wali Murid Kecewa dan Sebut Menu ‘Ngawur’”

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 21:52 WIB

Lebih dari Sekadar Keamanan, Satpam RSUD Sumenep Selalu Sigap dengan Semangat Bismillah Melayani

Senin, 13 April 2026 - 17:26 WIB

RSUD Sumenep Perlihatkan Kesiapsiagaan IGD, Pasien Darurat Ditangani Tanpa Delay, dan Kolaborasi Tim Medis Terlihat Solid

Sabtu, 11 April 2026 - 21:09 WIB

Dukung Gerakan Hemat Energi, Dirut RSUD Sumenep Pilih Cara Tak Biasa

Kamis, 9 April 2026 - 14:49 WIB

Lowongan Bergengsi! RSUD Sumenep Buka Rekrutmen Nakes dan Teknis 2026, Jangan Lewatkan

Kamis, 9 April 2026 - 13:03 WIB

RSUD Sumenep Perkuat Kepercayaan Publik, E-Katalog Jadi Senjata Transparansi

Berita Terbaru