SUMENEP – Petani Milenial Kabupaten Sumenep menunjukkan aksi nyata dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Di Desa Torbang, Kecamatan Batuan, mereka menanam benih jagung hibrida BISI 2 dengan sistem tanam jajar legowo, sebuah metode yang mampu meningkatkan populasi tanaman, memperbaiki sirkulasi udara, serta memaksimalkan penyerapan sinar matahari agar hasil panen lebih optimal.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan para petani muda, tetapi juga memanfaatkan lahan pertanian milik warga setempat.
Benih jagung hibrida BISI 2 dipilih karena potensi hasilnya yang tinggi, daya adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lahan, dan ketahanan terhadap serangan penyakit. Varietas ini dinilai sangat cocok untuk dikembangkan di wilayah Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yoga, pengurus Petani Milenial Sumenep bidang perkebunan, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bukti nyata bahwa petani muda mampu menjadi motor penggerak pertanian modern dan berkelanjutan.
“Penanaman jagung hibrida BISI 2 dengan sistem jajar legowo ini kami lakukan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan hasil panen petani. Kami ingin menunjukkan bahwa petani milenial mampu memimpin pertanian yang maju, modern, dan produktif,” ujar Yoga.
Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi petani lain mengenai penggunaan benih unggul dan teknik budidaya yang efisien.
Yoga berharap program ini bisa diperluas ke desa-desa lain, sehingga kesejahteraan petani meningkat dan sektor pertanian di Kabupaten Sumenep semakin tangguh.
Melalui penanaman jagung hibrida ini, Petani Milenial Sumenep optimistis dapat memberi dampak positif bagi perekonomian lokal dan memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus membuktikan bahwa generasi muda mampu membawa inovasi nyata di dunia pertanian.
Penulis : Redaksi








