Bupati Bogor Serukan Ketertiban, NGO KBB Kritik Realitas Proyek Mangkrak

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR – Ketua Umum NGO Kabupaten Bogor Bersatu (KBB), Rizwan Riswanto, menyoroti ironi seruan keamanan dan ketertiban yang digaungkan pejabat daerah di tengah persoalan kas daerah kosong dan keterlambatan pembayaran proyek pemerintah daerah.

Kondisi ini mencuat setelah beredarnya video Bupati Bogor, Rudi Susmanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor. Dalam video itu, Bupati mengajak seluruh kader menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan, serta menegaskan cita-cita Bogor yang “aman, adil, dan makmur.”

Namun, menurut Rizwan Riswanto, realitas birokrasi saat ini jauh dari kata aman dan makmur. Kas daerah yang kosong dan keterlambatan pembayaran proyek pemerintah daerah membuat seruan ketertiban terdengar ironis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pidato boleh merdeka, yel-yel boleh Pancasila tiga kali, tapi kontraktor yang menunggu pembayaran itu tidak bisa hidup dari slogan,” tegas Rizwan, Sabtu (10/1/2026).

Rizwan menekankan bahwa keamanan dan ketertiban sejati tidak hanya soal barisan ormas yang rapi atau seruan heroik, melainkan tentang kepastian hukum, kepastian bayar, dan kepastian bahwa negara menunaikan kewajibannya.

Ia menyoroti posisi Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rohmat Jatnika, yang tengah menghadapi fenomena keterlambatan pembayaran proyek karena kas daerah kosong.

“Sekda sibuk memadamkan api kas kosong, sementara di atas panggung kita disuguhi narasi Bogor yang adil dan makmur. Ini seperti mengatakan kapal aman, padahal ruang mesinnya sudah kemasukan air,” sindirnya.

Rizwan memperingatkan bahwa jika situasi ini terus dibiarkan, jargon keamanan dan kemakmuran hanya akan menjadi kosmetik politik yang tidak menyentuh kesejahteraan masyarakat.

“Kalau kontraktor kecil menjerit, pekerja harian tak digaji, dan proyek mangkrak karena negara telat bayar, itu justru menciptakan keresahan sosial. Jadi, siapa sebenarnya yang sedang dijaga keamanannya?” katanya.

NGO KBB mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor untuk membuka kondisi keuangan daerah secara transparan, termasuk penyebab kas kosong dan langkah konkret penyelesaiannya, agar publik tidak terus disuguhi kontras antara pidato optimisme dan realitas administratif.

“Bogor yang aman dan makmur tidak lahir dari instruksi, tapi dari tanggung jawab. Bukan dari mikrofon, melainkan dari komitmen yang dibayar lunas,” pungkas Rizwan.

Penulis : Rahman

Berita Terkait

Eksekusi Berjalan Kondusif, Kuasa Hukum Pemenang Lelang Tegaskan Putusan Inkracht Wajib Dihormati dan Apresiasi Kinerja Aparat
Mahasiswa STMIK Tazkia Jalankan Business Coaching dengan Praktik Real-Bisnis dari Nol
Mantan Menparekraf Rekomendasikan E-Book “Yudi The Connector” Sebagai Bacaan Yang Inspiratif
Perubahan Ketiga UU Kepolisian: Meningkatkan Profesionalitas, Mempertegas Netralitas, dan Menyesuaikan Batas Usia Pensiun
Warga Pekalongan Pasang Banner Dukung Yakuza Maneges dan Polisi Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual
Siasati Biaya Mahal, Kami Mahasiswa STMIK Tazkia Rintis ‘NusaLogic’ Buat Bantu Digitalisasi UMKM Mulai Rp350 Ribu
Dinilai Ancam Kerusakan Alam, Kades Belik Tegaskan Tolak Tambang Galian C di Desanya
Digitise Innovations Gandeng STMIK Tazkia, Gelar Business Coaching “Praktek Langsung dari Nol” untuk Digitalisasi UMKM

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:24 WIB

Eksekusi Berjalan Kondusif, Kuasa Hukum Pemenang Lelang Tegaskan Putusan Inkracht Wajib Dihormati dan Apresiasi Kinerja Aparat

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:28 WIB

Mahasiswa STMIK Tazkia Jalankan Business Coaching dengan Praktik Real-Bisnis dari Nol

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:49 WIB

Mantan Menparekraf Rekomendasikan E-Book “Yudi The Connector” Sebagai Bacaan Yang Inspiratif

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:11 WIB

Perubahan Ketiga UU Kepolisian: Meningkatkan Profesionalitas, Mempertegas Netralitas, dan Menyesuaikan Batas Usia Pensiun

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:46 WIB

Warga Pekalongan Pasang Banner Dukung Yakuza Maneges dan Polisi Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual

Berita Terbaru