PAMEKASAN – Senin, 12 Januari 2026, CV Ayunda Permata Sejahtera kembali mencuri perhatian publik dengan memberangkatkan 20 orang jamaah untuk menunaikan ibadah umroh. Mereka adalah tokoh masyarakat dan karyawan perusahaan, semuanya gratis, sebagai bagian dari program tahunan perusahaan yang sarat makna.
Sebelumnya, CV Ayunda telah memberangkatkan sekitar 167 karyawan dan tokoh masyarakat.
Angka itu lebih dari sekadar statistik. Langkah ini menjadi bukti filosofi hidup pemiliknya, H. Bambang Budianto: sukses sejati tidak diukur dari laba semata, tetapi dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada sesama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejak awal, saya ingin membangun perusahaan yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga memberi kebahagiaan,” ujar H. Bambang saat ditemui di kantornya.
Ia menuturkan perjalanan hidupnya penuh liku: jatuh bangun, menghadapi keterpurukan, namun keyakinan dan kerja keras membuatnya mampu melewati semuanya.
Di bawah kepemimpinan H. Bambang, kesejahteraan karyawan menjadi prioritas utama.
Ribuan karyawan menikmati fasilitas antar-jemput gratis, makan siang harian, dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. “Aset paling mahal bukan gedung atau mesin, tetapi manusia-manusia hebat yang bekerja dengan hati,” tegasnya.
Nilai syukur diwujudkan melalui pemberangkatan umroh bagi karyawan yang berdedikasi. Tidak ada pilih kasih, tidak ada jabatan yang menentukan. Semua dilakukan sebagai bentuk penghargaan dan kepedulian tulus.
CV Ayunda juga aktif dalam kegiatan sosial: bedah rumah, beasiswa untuk anak yatim piatu, dan bantuan bagi lansia maupun janda tua. Semua ini dilakukan tanpa pamrih, sebagai wujud nyata tanggung jawab sosial.
“InsyaAllah, doa-doa karyawan dan masyarakat luas menjadi kekuatan terbesar bagi saya dan perusahaan,” tambah H. Bambang.
Kisah ini memberi pelajaran penting: sukses sejati bukan sekadar pencapaian individu, tetapi kemampuan menjadi jalan kebahagiaan dan inspirasi bagi banyak orang. Memberi, menghargai, dan peduli adalah bentuk pendidikan hidup paling efektif.
Dalam dunia bisnis modern yang sering menilai keberhasilan dari angka laba, CV Ayunda menunjukkan nilai empati, syukur, dan kepedulian jauh lebih berharga. Loyalitas, dedikasi, dan semangat produktivitas dibangun melalui hati, bukan sekadar kontrak kerja.
Kisah H. Bambang menjadi inspirasi bagi setiap pemimpin, guru, maupun orang tua: membangun karakter dan empati sama pentingnya dengan membangun bisnis atau institusi. Ketika seorang pemimpin mampu menjadikan manusia sebagai aset terbesar, manfaatnya tidak hanya dirasakan di perusahaan, tetapi oleh masyarakat luas.
Penulis : Redaksi







