Bagio Utomo: Gizi Berkualitas, Fondasi Masa Depan

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TABANAN – Visi besar Indonesia Emas 2045 memerlukan pondasi fundamental yang berfokus pada kualitas sumber daya manusia sejak dini. Menjawab tantangan tersebut, Bagio Utomo, SH, seorang begawan properti yang juga merupakan tokoh di balik Yayasan Ar-Rosikhun, menegaskan komitmennya melalui langkah konkret dalam penguatan ketahanan gizi nasional.

Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Bagio Utomo menjalin kemitraan strategis dengan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kemitraan ini bukan sekadar aktivitas korporasi rutin, melainkan sebuah manifestasi kontribusi terhadap masa depan generasi bangsa sekaligus katalisator dalam penciptaan lapangan kerja baru di sektor riil.

Dalam kunjungan observasi yang dilakukan oleh awak media NusantaraMurni.com di fasilitas Dapur MBG milik Bagio Utomo pada Selasa (13/01), terlihat standar operasional yang mengedepankan aspek sterilitas dan higienitas tingkat tinggi. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Rafi, Kepala Dapur SPPG, yang memaparkan rigositas proses pengolahan makanan demi menjamin mutu konsumsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagio Utomo menegaskan bahwa aspek keberlanjutan (sustainability) adalah kunci. Ia memproyeksikan posisi SPPG dalam rentang 5 hingga 20 tahun ke depan sebagai instrumen vital yang memastikan transisi menuju Indonesia Emas bukan sekadar retorika, melainkan realitas yang terukur.

Menurut Bagio, kolaborasi ini merupakan wujud nyata sinergitas antara sektor privat dan pemerintah dalam mengintervensi tantangan gizi di masyarakat. Ia memandang SPPG sebagai ujung tombak yang memiliki skema pelayanan komprehensif.

“Kami telah merancang skema pelayanan yang mencakup seluruh spektrum usia produktif, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA. Tidak hanya itu, intervensi gizi ini juga menyasar kelompok krusial dalam kategori B3, yaitu Ibu Menyusui, Ibu Hamil, dan Balita,” ujar Bagio Utomo dalam sesi wawancara.

Langkah strategis ini diharapkan mampu memitigasi risiko stunting dan malnutrisi secara sistemik, sembari menggerakkan roda ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja di unit-unit dapur produksi. Dengan integrasi antara manajemen profesional dan visi kemanusiaan, Yayasan Ar-Rosikhun optimis bahwa kedaulatan gizi akan menjadi pilar utama dalam mencetak generasi unggul di masa depan.

 

Penulis : AR

Berita Terkait

Dr. Sri Roekminiati Ukir Capaian Sempurna, Lulus Doktor dengan IPK 4,00
Sakit Flu Tak Halangi Davina Raih Juara 3 FTBI, Pantiga Jaga Tradisi Prestasi Empat Tahun Berturut-turut
FTBI Sumenep 2026: Ketika Anak-Anak Menjadi Penjaga Bahasa Madura
Pendidikan dan Kemiskinan Madura Jadi Sorotan UTM, Pamekasan Disebut Tak Lagi Masuk Kabupaten Miskin
KKG PJOK Pasongsongan Perkuat Soliditas Guru Olahraga, Siapkan Pembinaan Bibit Sepak Bola
KKG PAI Kecamatan Pasongsongan Perkuat Profesionalisme Guru, dari Disiplin ASN hingga Harmoni dengan Kepala Sekolah
Pelajar SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong Medali Nasional hingga Internasional, AZ-Syahra Nastiti Ramadhani Ukir Prestasi di Bidang Matematika
Guru di Sumenep Didorong Mahir AI, PGRI POWER Wilayah 2 Gelar Workshop Digitalisasi Pembelajaran

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 10:49 WIB

Dr. Sri Roekminiati Ukir Capaian Sempurna, Lulus Doktor dengan IPK 4,00

Jumat, 25 September 2026 - 19:24 WIB

Sakit Flu Tak Halangi Davina Raih Juara 3 FTBI, Pantiga Jaga Tradisi Prestasi Empat Tahun Berturut-turut

Kamis, 24 September 2026 - 16:07 WIB

FTBI Sumenep 2026: Ketika Anak-Anak Menjadi Penjaga Bahasa Madura

Kamis, 24 September 2026 - 12:19 WIB

Pendidikan dan Kemiskinan Madura Jadi Sorotan UTM, Pamekasan Disebut Tak Lagi Masuk Kabupaten Miskin

Rabu, 23 September 2026 - 19:14 WIB

KKG PJOK Pasongsongan Perkuat Soliditas Guru Olahraga, Siapkan Pembinaan Bibit Sepak Bola

Berita Terbaru