SUMENEP – Suasana Aula Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep tampak berbeda pada Rabu (14/01/2026). Bukan soal teknologi atau informasi digital, kali ini Dharma Wanita Persatuan (DWP) Diskominfo Sumenep justru mengulik potensi dapur sebagai pintu menuju kemandirian ekonomi melalui pelatihan membuat telur asin.
Kegiatan pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Ketua DWP Diskominfo Sumenep, Dewi Indra Wahyudi, dengan menghadirkan narasumber sekaligus pelatih berpengalaman dari Kecamatan Ganding, Kusnaidi.
Pelatihan ini dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan rutin, melainkan sebagai bekal keterampilan yang bernilai ekonomis bagi para anggota.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelatihan ini bertujuan menambah pengetahuan anggota DWP, sekaligus membuka peluang bagi yang berminat menekuni usaha rumahan,” ujar Dewi dalam sambutannya.
Pelatihan diawali dengan pengenalan cara memilih telur berkualitas. Kusnaidi menjelaskan bahwa kualitas telur sangat menentukan cita rasa dan daya tahan telur asin.
“Caranya sederhana, masukkan telur ke dalam wadah berisi air. Jika telur tenggelam, itu menandakan kualitasnya masih bagus,” ungkapnya.
Selanjutnya, peserta dikenalkan pada proses pembuatan adonan perendam dari campuran abu dan garam beryodium. Kusnaidi menyarankan penggunaan abu gosong atau abu bekas tungku kayu bakar agar hasil fermentasi lebih maksimal.
“Untuk garamnya, sebaiknya gunakan garam beryodium supaya hasilnya lebih baik,” jelasnya.
Tidak berhenti pada teori, pelatihan dilanjutkan dengan praktik langsung yang diikuti secara antusias oleh seluruh anggota DWP. Para peserta tampak aktif mencampur adonan, melumuri telur, hingga memahami tahapan perendaman secara detail.
“Telur yang sudah dibalut adonan abu dan garam didiamkan sekitar sembilan hari. Saat memasak, sebaiknya dikukus, bukan direbus, agar telur asin lebih tahan lama,” pungkas Kusnaidi.
Melalui pelatihan ini, DWP Diskominfo Sumenep berharap keterampilan sederhana dapat berkembang menjadi peluang usaha kreatif, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga dengan memanfaatkan potensi lokal.
Penulis : Redaksi








