Pemkab Sumenep–BAZNAS Wujudkan Hunian Layak bagi Korban Musibah Kebakaran

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAZNAS Kabupaten Sumenep kembali membuktikan konsistensinya dalam perlindungan sosial dengan menyalurkan bantuan Rumah Sehat Idaman BAZNAS (RSIB) kepada Sundari, warga Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, korban kebakaran akibat konsleting listrik, sebagai upaya menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan bermartabat.

BAZNAS Kabupaten Sumenep kembali membuktikan konsistensinya dalam perlindungan sosial dengan menyalurkan bantuan Rumah Sehat Idaman BAZNAS (RSIB) kepada Sundari, warga Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, korban kebakaran akibat konsleting listrik, sebagai upaya menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan bermartabat.

SUMENEP, Kamis (22/1/2026) – Musibah kebakaran yang melanda rumah warga Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, tidak dibiarkan berlarut dalam duka. Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep hadir dengan langkah nyata melalui program Rumah Sehat Idaman BAZNAS (RSIB) bagi Sundari (58), korban kebakaran akibat konsleting listrik yang menyebabkan kerusakan berat pada atap rumahnya.

Melalui program RSIB tersebut, BAZNAS Sumenep menyalurkan bantuan senilai Rp20 juta sebagai upaya menghadirkan kembali hunian yang aman, sehat, dan layak.

Bantuan ini tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga diarahkan sebagai fondasi pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi keluarga pascabencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua BAZNAS Kabupaten Sumenep, Ahmad Rahman, menegaskan bahwa kehadiran RSIB merupakan wujud nyata fungsi zakat dalam menjawab situasi darurat kemanusiaan.

“Saat musibah terjadi, kebutuhan paling mendesak adalah rasa aman. Rumah bukan sekadar bangunan, tetapi tempat berlindung dan titik awal bangkitnya kehidupan keluarga. RSIB kami hadirkan agar korban dapat kembali hidup tenang dan bermartabat,” ujarnya.

Berdasarkan laporan resmi pihak kelurahan, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, dampaknya sangat signifikan terhadap kelayakan tempat tinggal korban.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, BAZNAS bergerak cepat menyiapkan intervensi berbasis kebutuhan dasar melalui RSIB, disertai proses verifikasi administrasi dan dokumentasi lokasi kejadian agar bantuan tepat sasaran.

Ahmad Rahman menegaskan, program RSIB merupakan bagian dari strategi optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar tidak berhenti pada bantuan sesaat, melainkan memberi manfaat jangka panjang.

“Kami ingin zakat benar-benar menjadi solusi. Rumah yang sehat berdampak langsung pada kesehatan keluarga, ketenangan psikologis, hingga kemampuan ekonomi untuk bangkit kembali setelah bencana,” tegasnya.

Langkah BAZNAS ini sejalan dengan arah pembangunan sosial yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang menempatkan hunian layak sebagai kebutuhan paling mendasar dalam upaya menekan angka kemiskinan.

Hal ini tercermin dari penyerahan kunci RTLH oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di Desa Gelugur, Kecamatan Lenteng, yang menegaskan bahwa rumah layak merupakan pintu masuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS menegaskan bahwa penanganan persoalan sosial tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci agar masyarakat terdampak bencana tidak hanya menerima bantuan darurat, tetapi juga memperoleh solusi jangka panjang yang manusiawi dan berkeadilan.

Melalui program RSIB, BAZNAS Kabupaten Sumenep berharap Sundari dapat kembali menata kehidupan dengan lebih aman dan penuh harapan. Lebih dari sekadar pembangunan rumah, bantuan ini menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola secara profesional mampu hadir sebagai instrumen perlindungan sosial serta penguat nilai gotong royong di tengah musibah.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Hari ke-46 Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Tak Pernah Absen Menyapa Kaum Dhuafa Sumenep
Istiqamah 45 Hari Berbagi di Sumenep, Detikzone.id Menjadikan Kepedulian sebagai Napas Jurnalisme
Berakhir di Puncak Pengabdian, BIP Foundation Resmi Dibubarkan, Jejak Fastabiqul Khairat Tetap Hidup di Hati Masyarakat
Hari ke-44 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Henti di Sumenep, Detikzone.id Istiqamah Menjemput Senyum di Rumah-Rumah Dhuafa
Sinergi Fastabiqul Khairat BIP dan IPDA Purnomo Hadir Usai Seorang Ibu Ketahuan Mencuri Demi Kebutuhan Anak-anaknya
Hari ke-43 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Terus Menyalakan Cahaya Harapan bagi Dhuafa
BIP dan Griya Lansia Malang Akhiri Polemik, Publik Diajak Melihat Substansi Kemanusiaan
BIP Tak Pernah Membatalkan Bantuan 2 M, Justru Dikembalikan Griya Lansia Malang

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:27 WIB

Hari ke-46 Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Tak Pernah Absen Menyapa Kaum Dhuafa Sumenep

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:43 WIB

Istiqamah 45 Hari Berbagi di Sumenep, Detikzone.id Menjadikan Kepedulian sebagai Napas Jurnalisme

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:02 WIB

Berakhir di Puncak Pengabdian, BIP Foundation Resmi Dibubarkan, Jejak Fastabiqul Khairat Tetap Hidup di Hati Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:21 WIB

Hari ke-44 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Henti di Sumenep, Detikzone.id Istiqamah Menjemput Senyum di Rumah-Rumah Dhuafa

Senin, 13 Juli 2026 - 23:30 WIB

Sinergi Fastabiqul Khairat BIP dan IPDA Purnomo Hadir Usai Seorang Ibu Ketahuan Mencuri Demi Kebutuhan Anak-anaknya

Berita Terbaru

DETIK ZONE

93.357 Jiwa di Kabupaten Pemalang Terancam Krisis Air

Jumat, 17 Jul 2026 - 01:05 WIB

NASIONAL

LSM Harus Jadi Mitra, Bukan Menakut-nakuti Proyek Desa

Kamis, 16 Jul 2026 - 20:29 WIB