Rehab Fantastis Rp197 Juta Seakan Sia-Sia, Pelayanan Puskesmas Dungkek Sumenep Tetap Neraka bagi Warga

Minggu, 25 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret memperihatinkan kondisi Puskesmas Dungkek pasca-rehabilitasi. Ruangan panas, bau tak sedap, dan fasilitas yang tampak amburadul membuat pengalaman berobat bagi warga bak “neraka kecil”, meski anggaran hampir Rp200 juta telah digelontorkan pada tahun 2025.

Potret memperihatinkan kondisi Puskesmas Dungkek pasca-rehabilitasi. Ruangan panas, bau tak sedap, dan fasilitas yang tampak amburadul membuat pengalaman berobat bagi warga bak “neraka kecil”, meski anggaran hampir Rp200 juta telah digelontorkan pada tahun 2025.

SUMENEP –Anggaran fantastis sebesar Rp197.462.956 dialokasikan untuk rehabilitasi Puskesmas Pembantu Dungkek pada tahun anggaran 2025. Namun, kenyataannya, warga yang datang justru disambut dengan pelayanan buruk, lingkungan kotor, bau tak sedap, dan serpihan sampah berserakan yang membuat pengalaman berobat terasa seperti “neraka kecil”.

Padahal, dengan anggaran hampir 200 juta rupiah, seharusnya fasilitas ini menjadi tempat yang nyaman dan layak bagi warga. Ironisnya, keluhan warga bertahun-tahun tak pernah didengar, dan kualitas pelayanan tetap mengerikan.

Saat dikonfirmasi mengenai rincian anggaran, pemanfaatannya, serta pemeliharaan yang dilakukan, Kepala Puskesmas Dungkek, dr. Edi Kurnianto, M.Kes, memilih bungkam. Pertanyaan terkait peruntukan dana dan detail perbaikan tak pernah mendapat jawaban jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelayanan sangat buruk. Orang Dungkek saja sebenarnya tidak sudi dirawat di sini. Lebih bagus di Gapura. Dirawat disini seperti dirawat di neraka. Kasihan keluarga saya,” keluh salah satu  warga di Lokasi, Minggu, 25/1/2026.

Ia bahkan mempertanyakan apakah anggaran rehab benar-benar dimanfaatkan untuk memperbaiki fasilitas, atau sekadar formalitas untuk laporan tahunan.

Aktivis Sumenep, Muhammad Rizali, menilai kasus ini adalah cermin pahit lemahnya akuntabilitas publik.

“Pelayanan kesehatan di Puskesmas Dungkek bertahun-tahun dikeluhkan. Ratusan juta rupiah habis, tapi kualitas pelayanan tetap amburadul. Ini bukti nyata bahwa anggaran besar tidak selalu menjamin pelayanan layak,” tegasnya.

Menurut Rizali, Puskesmas Dungkek kini menjadi simbol kegagalan sistem yang abai, anggaran yang misterius, dan fasilitas yang tak kunjung membaik.

Muhammad berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Dinas Kesehatan segera melakukan audit penggunaan anggaran secara transparan, serta memastikan rehab fasilitas benar-benar berdampak nyata bagi warga, bukan hanya proyek “kosmetik” belaka.

“Warga berhak mendapatkan layanan layak. Jangan biarkan anggaran ratusan juta rupiah hanya menguap tanpa hasil yang jelas. Puskesmas bukan tempat eksperimen, tapi benteng kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Kasus Puskesmas Dungkek adalah cermin pahit lemahnya akuntabilitas publik. Anggaran hampir 200 juta rupiah digelontorkan untuk rehabilitasi, tetapi bukti nyatanya adalah ruangan kotor, bau menyengat, sampah berserakan, dan pelayanan yang jauh dari standar. Warga yang datang bukan mendapatkan perlindungan kesehatan, tetapi seolah dipaksa merasakan neraka kecil.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa besar anggaran tidak serta merta menjamin pelayanan berkualitas. Bahkan, keluhan bertahun-tahun yang disampaikan warga dan pengunjung tampaknya dianggap angin lalu, sementara dana tetap mengalir tanpa transparansi.

Celakanya lagi, pimpinan Puskesmas Dungkek memilih tutup mulut  saat dikonfirmasi, seolah ingin menutupi fakta dan mengaburkan penggunaan anggaran. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan internal dan kurangnya rasa tanggung jawab terhadap publik.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Kompetisi Cerdas Cermat Mutu dan Safety Gebyar 3M RSUD Sumenep, PICU-NICU Raih Juara Umum, ICU Juara II, Casemix Juara III
Siap Hadirkan Pelayanan Prima Hadapi Akreditasi, Gebyar 3M RSUD Sumenep Ditutup Kompetisi Cerdas Cermat
RSUD Moh. Anwar Sumenep Tegaskan Pelayanan Tanpa Diskriminasi: Semua Pasien Diperlakukan Sama, Tak Ada Perbedaan
Jangan Mudah Termakan Hoaks: Tak Puas Pelayanan RSUD? Silakan Hubungi Nomor 085336102800, Gratis 24 Jam
RSUD Sumenep Gelar Gebyar 3M, Misi Besarnya Satu: Keselamatan Pasien
Rawat Jalan Libur 1 Juni 2026, Puskesmas Pandian Sumenep Pastikan UGD dan Bersalin Tetap 24 Jam
RSUD Sumenep Sampaikan Selamat Hari Raya Idul Adha 2026, dr. Erliyati Ajak Perkuat Solidaritas Kemanusiaan
Puskesmas Pandian Sumenep Gelar CKG dan KESJAOR dengan Lakukan Tes Kebugaran Jasmani kepada Staff Melalui Aplikasi SIPGAR, Dorong Nakes Tetap Prima dan Siap Melayani

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:41 WIB

Kompetisi Cerdas Cermat Mutu dan Safety Gebyar 3M RSUD Sumenep, PICU-NICU Raih Juara Umum, ICU Juara II, Casemix Juara III

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:23 WIB

Siap Hadirkan Pelayanan Prima Hadapi Akreditasi, Gebyar 3M RSUD Sumenep Ditutup Kompetisi Cerdas Cermat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:19 WIB

RSUD Moh. Anwar Sumenep Tegaskan Pelayanan Tanpa Diskriminasi: Semua Pasien Diperlakukan Sama, Tak Ada Perbedaan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:59 WIB

Jangan Mudah Termakan Hoaks: Tak Puas Pelayanan RSUD? Silakan Hubungi Nomor 085336102800, Gratis 24 Jam

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:42 WIB

RSUD Sumenep Gelar Gebyar 3M, Misi Besarnya Satu: Keselamatan Pasien

Berita Terbaru