SUMENEP – Dalam upaya mencegah dan menekan kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, Fathimah International Elementary School (FIES) Sumenep bekerja sama dengan Polres Sumenep menggelar kegiatan sosialisasi anti bullying, Jumat (30/1).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan FIES Sumenep.
Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Polres Sumenep, yakni Aiptu Tri Lestari Rahayu, didampingi Bripka Nurmalita, S.H., serta Brigpol Ahmad Nuril Fajri. Materi yang disampaikan mencakup pengertian bullying, berbagai jenis perundungan, dampak negatif bagi korban dan pelaku, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak usia sekolah dasar.
Dalam pemaparannya, Aiptu Tri Lestari Rahayu menekankan pentingnya membangun sikap saling menghormati, empati, dan kepedulian antar teman. Ia juga mengajak siswa untuk berani berbicara dan melaporkan kepada guru atau orang dewasa terpercaya apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan, baik secara verbal, fisik, maupun melalui media sosial.
“Bullying bukan hanya menyakiti secara fisik, tetapi juga dapat melukai perasaan dan mental seseorang. Oleh karena itu, anak-anak harus saling menjaga, menghargai, dan tidak ragu meminta bantuan jika mengalami atau melihat tindakan perundungan,” jelasnya.
Principal FIES Sumenep, Rate Seftinindias Dwi Kumala, M.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi peran Polres Sumenep dalam memberikan edukasi kepada para siswa.
Menurutnya, sosialisasi anti bullying sangat penting sebagai bekal karakter bagi anak-anak sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa FIES Sumenep semakin memahami bahwa bullying adalah tindakan yang tidak dibenarkan dan dapat berdampak buruk, baik bagi korban maupun pelaku. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua anak,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dan edukatif. Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari sesi tanya jawab hingga simulasi sederhana yang membantu mereka memahami contoh perilaku bullying dan cara menghindarinya.
Dengan adanya sosialisasi ini, FIES Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya sekolah yang positif, menjunjung tinggi nilai saling menghargai, serta menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Penulis : Redaksi







