Seleksi Sekda Sumenep Masuk Babak Penentu, Tiga Sosok Misterius Ibarat Kuda Nil, Kuda Tuli, dan Kuda Terbang

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi dinamika Seleksi Terbuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep 2026 yang memasuki fase penentuan tiga besar. Tiga metafora kepemimpinan yang disorot pengamat birokrasi Abu Jamal layaknya Kuda Nil, Kuda Tuli, dan Kuda Terbang. Ketiganya melambangkan karakter berbeda yang dinilai paling berpeluang melaju ke tahap akhir sebagai dirigen birokrasi Sumenep.

Ilustrasi dinamika Seleksi Terbuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep 2026 yang memasuki fase penentuan tiga besar. Tiga metafora kepemimpinan yang disorot pengamat birokrasi Abu Jamal layaknya Kuda Nil, Kuda Tuli, dan Kuda Terbang. Ketiganya melambangkan karakter berbeda yang dinilai paling berpeluang melaju ke tahap akhir sebagai dirigen birokrasi Sumenep.

SUMENEP – Pengamat birokrasi Sumenep, Abu Jamal, secara tegas memprediksi bahwa tiga sosok pejabat dengan karakter berbeda akan melenggang ke tiga besar Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep Tahun 2026. Ia menganalogikan ketiganya sebagai tiga kuda yang sedang berpacu di lintasan akhir seleksi: Kuda Tuli, Kuda Terbang, dan Kuda Nil.

“Sejak awal saya melihat, tiga besar Sekda ini akan diisi oleh figur dengan tiga karakter itu. Bukan satu tipe saja. Kuda Tuli, Kuda Terbang, dan Kuda Nil,” ujar Abu Jamal, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, ketiga tipe tersebut bukan metafora kosong, melainkan cerminan nyata dari karakter kepemimpinan yang sedang diuji dalam seleksi Sekda Sumenep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kuda Tuli itu kuat secara struktur, tahan tekanan, dan pekerja keras, tapi sering kali kurang peka terhadap suara di sekitarnya. Kuda Terbang itu cerdas, cepat, dan menguasai panggung. Sedangkan Kuda Nil tenang, konsisten, tidak mencolok, tapi langkahnya berat dan menentukan arah,” jelasnya.

Prediksi Abu Jamal itu muncul di tengah fase paling krusial seleksi Sekda Sumenep 2026. Setelah tahapan asesmen kompetensi dan potensi diumumkan oleh Panitia Seleksi (Pansel), publik dikejutkan dengan gugurnya sejumlah figur yang sebelumnya digadang-gadang sebagai kandidat kuat.

Sebagaimana diumumkan Pansel melalui Pengumuman Nomor: 13/PANSEL JPT PRATAMA-SMP/II/2026, dari delapan pelamar yang lolos seleksi administrasi, tujuh mengikuti asesmen dan enam dinyatakan memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya, yakni penulisan makalah dan wawancara.

Enam kandidat tersebut adalah Achmad Dzulkarnain, Agus Dwi Saputra, Chainur Rasyid, Ferdiansyah Tetrajaya, Moh Iksan, dan R. Abd. Rahman Riadi. Mereka dijadwalkan mengikuti tahapan lanjutan pada 6–7 Februari 2026 di Hotel Swiss-Belinn, Surabaya.

Namun bagi Abu Jamal, angka dan nama bukanlah faktor penentu utama.

“Seleksi Sekda ini bukan soal siapa paling populer atau paling lantang. Ini soal karakter kepemimpinan. Dan justru tiga karakter itulah yang dibutuhkan birokrasi,” tegasnya.

Ia menilai, ketiga tipe kuda tersebut sama-sama layak dan berpeluang masuk tiga besar, karena birokrasi tidak pernah berdiri di atas satu karakter tunggal.

“Birokrasi butuh tenaga, kecepatan, dan ketenangan sekaligus. Karena itu, jangan heran kalau nanti tiga besar diisi oleh figur yang keras bekerja, figur yang cepat berpikir, dan figur yang tenang memimpin,” ujar Abu Jamal.

Abj Jamal menyebut, tahapan penulisan makalah dan wawancara akan menjadi ruang seleksi paling jujur. Di sanalah akan terlihat apakah Kuda Terbang mampu mengendalikan kecepatan, apakah Kuda Tuli bersedia mendengar, dan apakah Kuda Nil sanggup berbicara tegas saat dibutuhkan.

“Sekda itu dirigen. Kalau hanya cepat tanpa arah, orkestrasi bisa kacau. Kalau kuat tapi tidak mendengar, bisa timpang. Tapi kalau tenang, konsisten, dan tahu kapan harus memimpin, birokrasi akan berjalan stabil,” sebutnya.

Abu Jamal juga menegaskan bahwa persaingan enam kandidat kini benar-benar terbuka. Tidak ada lagi unggulan mutlak. Siapa pun bisa masuk tiga besar, tergantung kesiapan mental, kedalaman gagasan, dan kecocokan dengan kebutuhan Sumenep.

“Ini bukan lomba sprint, tapi maraton. Yang sampai tiga besar adalah mereka yang mampu menjaga napas birokrasi sampai garis akhir,” ucapnya.

“Saya yakin, publik nanti akan melihat Kuda Tuli, Kuda Terbang, dan Kuda Nil berdiri sejajar di tiga besar. Tinggal satu yang akan dipilih sebagai dirigen utama birokrasi Sumenep,” pungkas Abu Jamal.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Menata Kota, Menjaga Masa Depan: Di Era Bupati Fauzi, Gerakan Jumat Bersih Terus Mengakar Jadi Budaya ASN Sumenep
Libur Panjang Tak Longgarkan Kesiapsiagaan, Layanan 112 Sumenep Tetap Siaga 24 Jam Demi Keselamatan Warga
Pemerintah Desa Ngeni Blitar Salurkan BLT DD kepada 10 KPM Secara Door to Door
CV Ayunda Permata Sejahtera Binaan BC Madura Terlibat dalam Pengelolaan Lahan Produktif Lapas Pamekasan, Dorong Transformasi Pembinaan Warga Binaan
Madura Maju, Madura Hijau! EV-Day 2026 Siap Guncang Sumenep
Festival Hari Santri 2026 di Sumenep Jadi Ledakan Kreativitas dan Semangat Generasi Pesantren
Parade Musik Tong-Tong di Sumenep Siap Kobarkan Semangat Budaya dan Nasionalisme
Sumenep Bangkitkan Jiwa Nasionalisme Lewat Doa untuk Sang Proklamator pada Peringatan Bulan Bung Karno

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:15 WIB

Menata Kota, Menjaga Masa Depan: Di Era Bupati Fauzi, Gerakan Jumat Bersih Terus Mengakar Jadi Budaya ASN Sumenep

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:27 WIB

Libur Panjang Tak Longgarkan Kesiapsiagaan, Layanan 112 Sumenep Tetap Siaga 24 Jam Demi Keselamatan Warga

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:05 WIB

Pemerintah Desa Ngeni Blitar Salurkan BLT DD kepada 10 KPM Secara Door to Door

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:08 WIB

CV Ayunda Permata Sejahtera Binaan BC Madura Terlibat dalam Pengelolaan Lahan Produktif Lapas Pamekasan, Dorong Transformasi Pembinaan Warga Binaan

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:45 WIB

Madura Maju, Madura Hijau! EV-Day 2026 Siap Guncang Sumenep

Berita Terbaru

Suasana live musik akustik di Arinna Cafe & Resto Sumenep yang berlangsung setiap malam mingguan. Alunan musik, pelayanan ramah, menu kuliner beragam, fasilitas ruang VIP, serta area bermain anak menjadi daya tarik yang membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana bersama keluarga, sahabat, maupun pasangan.

EKONOMI

Masakan di Arinna Resto Sumenep Bikin Nagih

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:38 WIB