Sumenep – Menyambut bulan suci Ramadhan, Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) mengucapkan selamat menunaikan ibadah kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep. Owner BIP, Ali Zainal Abidin, menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi momentum untuk menebar kebaikan dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam pesannya, Ali Zainal Abidin menyatakan, Ramadhan adalah waktu untuk meningkatkan iman, menumbuhkan empati, dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
“Setiap amal baik yang dilakukan di bulan ini menjadi investasi spiritual yang tak ternilai,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BIP, yang dikenal konsisten dalam aksi sosial, menegaskan bahwa menyambut Ramadhan juga berarti hadir untuk masyarakat dengan program nyata. Pada kesempatan ini, yayasan menyiapkan kegiatan santunan anak yatim, layanan pengobatan gratis, dan kegiatan edukatif untuk menanamkan nilai moral dan kepedulian sejak dini.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa Ramadhan bukan hanya ritual pribadi, tetapi juga panggilan untuk peduli dan berkontribusi bagi kebaikan bersama. Setiap tangan yang menolong, setiap senyum yang dibagi, adalah wujud nyata dari semangat Ramadhan,” tegas Ali Zainal Abidin.
Sebelumnya, Minggu (15/2/2026), Kabupaten Sumenep kembali menjadi saksi sebuah peristiwa kemanusiaan yang sarat makna. Ribuan anak yatim dari berbagai penjuru berkumpul dalam satu ruang kepedulian. Bukan sekadar menerima santunan, mereka hadir untuk merasakan kehangatan, perhatian, dan pengakuan bahwa mereka adalah bagian penting dari masa depan daerah ini.
Acara bertajuk “Mengetuk Pintu Langit, Menjemput Keberkahan Ramadhan” digelar di kediaman almarhumah ibunda pendiri yayasan, Ainun Bani. Lantunan sholawat Nabi berpadu dengan iringan hadrah yang menggetarkan jiwa. Ribuan suara anak yatim yang larut dalam doa menciptakan atmosfer khidmat, membuat banyak tamu undangan tak kuasa menahan air mata.
Secara simbolis, santunan diberikan kepada 2.000 anak yatim, angka yang bukan sekadar statistik, melainkan representasi ribuan harapan yang ingin terus dijaga agar tak pernah padam. Ali Zainal Abidin menegaskan, Dua ribu anak ini bukan angka. Mereka adalah dua ribu mimpi, dua ribu masa depan, dan dua ribu amanah yang harus kita jaga bersama.
Rangkaian kegiatan sosial ini juga diawali dengan road show bersepeda santai bersama Bupati Sumenep dan mitra yayasan, serta layanan pengobatan gratis hasil kolaborasi dengan tenaga medis. Tidak hanya itu, acara “Ngopi Bareng” bersama pengemudi ojek online, tukang becak, dan petugas kebersihan juga berlangsung hangat, menjadi simbol kepedulian sederhana yang meninggalkan kesan mendalam.
Dari santunan anak yatim hingga secangkir kopi untuk pekerja jalanan, rangkaian kegiatan ini menegaskan satu pesan kuat: kepedulian sosial sejati hadir dari hati, bukan sekadar angka dan program, dan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menumbuhkan empati dan solidaritas di masyarakat.
Penulis : Redaksi








