Pacuan Sengit 3 Besar Sekda Sumenep: Kuda Terbang, Kuda Hitam dan Kuda Tuli Menuju Finis – Siapa yang Tercepat?

Kamis, 19 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:
Tiga “kuda” Sekda Sumenep – Terbang, Hitam, dan Tuli – tengah melaju sengit di lintasan kompetisi birokrasi, masing-masing menunjukkan karakter dan strategi berbeda, menunggu siapa yang akan mencapai finis pertama.

Keterangan Foto: Tiga “kuda” Sekda Sumenep – Terbang, Hitam, dan Tuli – tengah melaju sengit di lintasan kompetisi birokrasi, masing-masing menunjukkan karakter dan strategi berbeda, menunggu siapa yang akan mencapai finis pertama.

SUMENEP – Persaingan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Tahun 2026 memasuki babak paling panas. Panitia Seleksi (Pansel) resmi mengumumkan tiga besar peserta terbaik, namun publik kini disuguhi drama karakter yang tajam, penuh strategi, dan intrik birokrasi bak pacuan kuda.

Pengamat birokrasi Abu Jamal menganalogikan ketiga kandidat ini dengan metafora kuda. Kuda Terbang digambarkan sebagai figur gesit dan komunikatif, pendengar aspirasi semua kalangan, dengan kemampuan mencuri perhatian di forum-forum strategis. Kecepatannya tak terbantahkan, namun menurut Abu Jamal, “kecepatan harus dikontrol agar tidak kehilangan pijakan teknokratis.”

Sebaliknya, Kuda Tuli adalah sosok pejabat yang “bisu terhadap aspirasi rakyat.” Ia jarang menangkap kebutuhan masyarakat, acuh terhadap kritik, dan cenderung menutup diri. Abu Jamal menegaskan, jika diberi kendali penuh birokrasi, Kuda Tuli bisa menjadi ancaman bagi kelancaran pemerintahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Kuda Hitam muncul sebagai sosok kontroversial. Ia bekerja seenaknya, egoistik, dan angkuh. Minim transparansi, memaksakan kehendak sendiri, dan acuh terhadap masukan bawahan.

“Kuda Hitam ini tipe yang paling menyulitkan birokrasi. Tenang tapi licik, terlihat santai namun bisa merusak harmoni jika diberi ruang,” ujar Abu Jamal.

Dari sisi administrasi, tiga besar yang lolos adalah:

Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Chainur Rasyid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian

Dr. R. Abd. Rahman Riadi, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak

Tahapan seleksi meliputi administrasi, penelusuran rekam jejak, uji kompetensi manajerial dan teknis, hingga wawancara akhir. Ketua Pansel, Indah Wahyuni, SH., M.Si., menegaskan keputusan bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat, dengan prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas.

“Sekarang arenanya berbeda. Fase psikologis dan politik birokrasi menentukan siapa yang mampu bertahan sampai finis,” kata Abu Jamal.

Menurutnya, Kuda Terbang cepat tapi bisa kelelahan, Kuda Tuli cenderung kehilangan momentum, sementara Kuda Hitam bisa melaju diam-diam, tapi mematikan.
Abu Jamal menegaskan, jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif. “Sekda adalah dirigen birokrasi. Ia harus tahu kapan mempercepat, kapan menahan, dan kapan berdiri paling depan menghadapi tekanan. Salah karakter, birokrasi bisa kehilangan harmoni,” tegasnya.

Kini publik Sumenep menunggu dengan napas tertahan: siapa yang akan meraih restu Bupati dan menyeimbangkan ritme pemerintahan daerah? Kuda yang gesit, kuda yang tuli, atau kuda yang diam tapi berbahaya?

“Yang pasti, tiga besar ini mencerminkan kebutuhan riil birokrasi Sumenep hari ini dan beberapa tahun ke depan,” pungkas Abu Jamal, menutup babak pacuan paling dramatis menuju finis Sekda Sumenep 2026.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Menata Kota, Menjaga Masa Depan: Di Era Bupati Fauzi, Gerakan Jumat Bersih Terus Mengakar Jadi Budaya ASN Sumenep
Libur Panjang Tak Longgarkan Kesiapsiagaan, Layanan 112 Sumenep Tetap Siaga 24 Jam Demi Keselamatan Warga
Pemerintah Desa Ngeni Blitar Salurkan BLT DD kepada 10 KPM Secara Door to Door
CV Ayunda Permata Sejahtera Binaan BC Madura Terlibat dalam Pengelolaan Lahan Produktif Lapas Pamekasan, Dorong Transformasi Pembinaan Warga Binaan
Madura Maju, Madura Hijau! EV-Day 2026 Siap Guncang Sumenep
Festival Hari Santri 2026 di Sumenep Jadi Ledakan Kreativitas dan Semangat Generasi Pesantren
Parade Musik Tong-Tong di Sumenep Siap Kobarkan Semangat Budaya dan Nasionalisme
Sumenep Bangkitkan Jiwa Nasionalisme Lewat Doa untuk Sang Proklamator pada Peringatan Bulan Bung Karno

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:15 WIB

Menata Kota, Menjaga Masa Depan: Di Era Bupati Fauzi, Gerakan Jumat Bersih Terus Mengakar Jadi Budaya ASN Sumenep

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:27 WIB

Libur Panjang Tak Longgarkan Kesiapsiagaan, Layanan 112 Sumenep Tetap Siaga 24 Jam Demi Keselamatan Warga

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:05 WIB

Pemerintah Desa Ngeni Blitar Salurkan BLT DD kepada 10 KPM Secara Door to Door

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:08 WIB

CV Ayunda Permata Sejahtera Binaan BC Madura Terlibat dalam Pengelolaan Lahan Produktif Lapas Pamekasan, Dorong Transformasi Pembinaan Warga Binaan

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:45 WIB

Madura Maju, Madura Hijau! EV-Day 2026 Siap Guncang Sumenep

Berita Terbaru

Suasana live musik akustik di Arinna Cafe & Resto Sumenep yang berlangsung setiap malam mingguan. Alunan musik, pelayanan ramah, menu kuliner beragam, fasilitas ruang VIP, serta area bermain anak menjadi daya tarik yang membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana bersama keluarga, sahabat, maupun pasangan.

EKONOMI

Masakan di Arinna Resto Sumenep Bikin Nagih

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:38 WIB