SUMENEP – Di tengah hangatnya awal Ramadan 1447 Hijriah, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Barokah Kelurahan Kepanjin, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, kembali menunjukkan kepedulian nyata kepada warga. Tahun ini, fokus kegiatan sosialnya tertuju pada para lansia, mereka yang sering terlupakan namun menyimpan pengalaman hidup yang berharga.
Koordinator Pimpinan Kolektif (PK) BKM Barokah, Budi Santoso, dengan penuh harap menyampaikan bahwa bantuan sembako yang diberikan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga membawa kebahagiaan dan rasa diperhatikan bagi para lansia.
“Semoga melalui bantuan ini, para lansia penerima bisa merasakan manfaatnya, setidaknya meringankan kebutuhan pokok sehari-hari,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak terbentuk pada 2007 melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP), yang kini dikenal sebagai Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), BKM Barokah telah menorehkan jejak kepedulian sosial selama 19 tahun. Rosida Agustina, PK BKM Barokah, menegaskan, keberlanjutan organisasi ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong dan dedikasi masyarakat bisa menghadirkan manfaat nyata.
“BKM Barokah tetap eksis dan satu-satunya di Kecamatan Kota dan Kalianget, mampu mewujudkan kegiatan sosial seperti ini,” katanya.
Bantuan sosial kali ini diberikan kepada 100 lansia, berasal dari hasil usaha Unit Pengelola Keuangan (UPK) BKM Barokah pada 2025, ditambah swadaya dari para pengurus dan relawan. Setiap paket sembako menjadi simbol kepedulian yang lahir dari kerja keras, disiplin, dan semangat berbagi.
Lurah Kepanjin, Ruslan, S.Sos, memberikan apresiasi tinggi terhadap pengurus BKM Barokah, terutama pengelola UPK yang mampu mengelola dana bergulir melalui simpan pinjam.
“Saya mengapresiasi kegiatan sosial ini. Semoga BKM Barokah terus berkembang dan semakin banyak memberi manfaat nyata kepada masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi momen kolaborasi lintas unit dan pengurus, melibatkan Unit Pengelola Lingkungan (UPL), Unit Pengelola Sosial (UPS), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), serta pengawas. Semangat gotong royong dan kepedulian yang tercermin di BKM Barokah menjadi teladan bahwa solidaritas dan kepedulian bisa mengubah kehidupan banyak orang, terutama bagi mereka yang membutuhkan di awal bulan suci.
Penulis : Redaksi








