Bupati Sumenep Diminta Waspada: Pilih Sekda yang Harmonis, Bukan Bising Seperti Dangdut Koplo

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah diilustrasikan sebagai harmoni musik, menggambarkan kepemimpinan sebagai irama yang harus selaras, menenangkan, dan dapat diterima semua kalangan demi menjaga stabilitas pemerintahan daerah.

Sekretaris Daerah diilustrasikan sebagai harmoni musik, menggambarkan kepemimpinan sebagai irama yang harus selaras, menenangkan, dan dapat diterima semua kalangan demi menjaga stabilitas pemerintahan daerah.

SUMENEP, Senin, 23/2/2026-Persaingan menuju kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep Tahun 2026 semakin memasuki fase penentuan. Tak lagi sekadar adu nilai dan kelengkapan administrasi, namun pertarungan rasa, karakter, dan kecocokan irama kepemimpinan.

Pengamat birokrasi, Abu Jamal, mengibaratkan sosok Sekda ideal seperti musik yang mampu diterima oleh semua telinga. Bukan musik yang gaduh, memekakkan, atau hanya disukai segelintir kalangan.

“Bupati dan masyarakat Sumenep tentu tidak mencari musik yang bikin bising. Bukan musik keras seperti rock yang tak terkontrol, bukan pula dangdut koplo yang menghentak tanpa arah,” ujar Abu Jamal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Sekda yang ideal justru seperti musik jazz yang tenang tapi berkelas, pop yang mudah diterima lintas generasi, atau keroncong yang sederhana namun menenangkan. Irama yang menyentuh hati, bukan memaksa telinga.

Abu Jamal menegaskan, Bupati adalah pencipta lagu dalam pemerintahan daerah. Namun Sekda adalah pengatur irama, arranger, sekaligus dirigen yang menentukan apakah lagu pemerintahan terdengar harmonis atau justru sumbang.

“Kalau lagunya bagus tapi aransemen Sekdanya kacau, hasilnya tetap tidak enak didengar. Pemerintahan bisa gaduh, birokrasi saling berbenturan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar jangan sampai Sekda diibaratkan seperti musik eksperimental yang egoistik, asyik sendiri, sulit dipahami, dan tak peduli apakah publik menikmati atau justru tersingkir.

Dalam seleksi JPT Pratama Sekda Sumenep 2026, Abu Jamal menilai kepekaan sosial, kemampuan mendengar aspirasi, serta kecerdasan emosional sama pentingnya dengan kompetensi teknis dan manajerial.

“Sekda itu bukan solois. Ia bagian dari orkestra besar bernama birokrasi. Kalau semua alat musik dimainkan sendiri-sendiri, yang muncul bukan lagu, tapi kebisingan,” ujarnya.

Masyarakat Sumenep kini menunggu, siapa sosok yang mampu memainkan musik pemerintahan dengan nada yang pas, tidak terlalu keras, tidak terlalu lambat, namun konsisten menjaga ritme pelayanan publik.

“Yang dibutuhkan Sumenep hari ini adalah Sekda yang iramanya enak didengar dari desa sampai kota. Musik yang menenangkan, bukan yang membuat orang menutup telinga,” pungkas Abu Jamal.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757
Hari Jadi Sumenep ke-757, Cak Fauzi Dorong Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan
Fajar Baru Kamtibmas Probolinggo: Lepas AKBP Rico dengan Pendekatan Humanis, Sambut AKBP Lucky dengan Sinergi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:14 WIB

JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB