SUMENEP — Di saat sebagian aktivitas publik melambat mengikuti ritme Bulan Suci Ramadhan, denyut pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar justru dipastikan tetap hidup, siaga, dan responsif. Rumah sakit kebanggaan Pemerintah Kabupaten Sumenep itu menegaskan satu komitmen utama: ibadah tidak boleh menghalangi hak dasar masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan terbaik.
Ramadhan, bagi RSUD dr. H. Moh. Anwar, bukan alasan untuk menurunkan standar pelayanan. Justru sebaliknya, bulan penuh makna ini dimaknai sebagai penguat nilai kemanusiaan dan pengabdian. Manajemen rumah sakit memastikan seluruh unit pelayanan strategis tetap beroperasi normal sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, rawat jalan, hingga layanan penunjang medis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak ada istilah “libur kepedulian” di rumah sakit ini. Di tengah penyesuaian jam kerja dan kewajiban ibadah puasa, sistem pelayanan disusun secara matang agar masyarakat tetap mendapat akses layanan kesehatan yang cepat, aman, dan berkualitas.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa manajemen telah menyiapkan skema penjadwalan tenaga medis dan paramedis secara bergiliran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan tidak terganggu, sekaligus menjaga stamina dan kondisi fisik para petugas kesehatan yang menjalankan ibadah puasa.
“Momentum Ramadhan sama sekali tidak mengurangi komitmen kami. Pelayanan kesehatan adalah tanggung jawab kemanusiaan yang tidak mengenal waktu. Seluruh petugas tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, pengaturan jam kerja dilakukan secara cermat dan proporsional. Tujuannya bukan hanya menjaga kualitas layanan, tetapi juga memastikan para tenaga kesehatan dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa mengorbankan kewajiban profesional.
Tak berhenti pada aspek medis, manajemen rumah sakit juga memberi perhatian khusus pada kenyamanan pasien dan keluarga selama Ramadhan. Fasilitas tempat ibadah disiapkan dengan layak, suasana pelayanan diatur lebih efisien, dan sistem antrean dikendalikan agar waktu tunggu pasien dapat ditekan seminimal mungkin.
Bagi manajemen RSUD, pelayanan kesehatan di bulan puasa bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bentuk nyata pengabdian sosial. Rumah sakit ingin memastikan bahwa masyarakat yang sakit tetap bisa menjalani pengobatan tanpa rasa khawatir, sekaligus tetap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.
dr. Erliyati juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan hanya karena sedang berpuasa. Menurutnya, menjaga kesehatan merupakan bagian tak terpisahkan dari ibadah itu sendiri.
“Kesehatan adalah modal utama agar ibadah Ramadhan bisa dijalankan secara optimal. Jika ada keluhan, jangan ragu untuk datang dan memeriksakan diri,” pesannya.
Dengan semangat Ramadhan, RSUD dr. H. Moh. Anwar menegaskan posisinya bukan sekadar sebagai institusi layanan medis, tetapi sebagai penjaga harapan dan keselamatan masyarakat Sumenep. Di saat waktu berjalan lebih pelan dan suasana terasa lebih hening, rumah sakit ini tetap berdiri siaga, menjadi bukti bahwa pelayanan kemanusiaan tidak pernah mengenal jeda.
Penulis : Redaksi







