SUMENEP — Ramadan di Kabupaten Sumenep benar-benar menghadirkan suasana yang berbeda. Bukan hanya nuansa religius yang terasa kental, tetapi juga denyut ekonomi rakyat yang hidup dan bergerak dari sore hingga menjelang waktu berbuka. Pantauan di lokasi menunjukkan Festival Bazar Takjil Ramadan yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadi magnet keramaian sekaligus sumber rezeki bagi banyak kalangan.
Festival yang digelar sepanjang bulan suci Ramadan ini berlangsung di depan Labang Mesem Keraton Sumenep, Selasa (3/3/2026). Ribuan warga tampak memadati area bazar, berburu menu berbuka puasa. Transaksi terjadi nyaris tanpa henti, bahkan para tukang parkir pun ikut merasakan limpahan berkah dari ramainya pengunjung.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, yang menegaskan bahwa Festival Bazar Takjil Ramadan bukan sekadar agenda kuliner tahunan, melainkan strategi nyata untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan di momentum Ramadan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Festival ini kami rancang sebagai wadah pemberdayaan UMKM. Kami ingin pelaku usaha kecil terus tumbuh, naik kelas, dan memiliki daya saing. Jadi bukan hanya bernuansa religi, tetapi juga berdampak langsung pada ekonomi masyarakat,” ujar Bupati.
Sebanyak 143 stan dan 40 UMKM tanpa stan ambil bagian dalam festival ini. Beragam menu berbuka puasa tersaji, mulai dari jajanan tradisional khas Madura, minuman segar pelepas dahaga, hingga kuliner kekinian yang diminati berbagai kalangan. Kehadiran festival ini membuat kawasan pusat kota semakin hidup setiap sore.
Namun di tengah euforia ekonomi Ramadan, Bupati Fauzi tetap mengingatkan pentingnya menjaga kualitas. Ia menekankan agar seluruh pelaku UMKM memperhatikan kebersihan, keamanan pangan, serta pelayanan yang ramah demi menjaga kepercayaan masyarakat.
“Ramainya pembeli harus diimbangi dengan tanggung jawab. Kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan adalah kunci agar keberkahan Ramadan benar-benar dirasakan bersama,” tegasnya.
Lebih dari sekadar perputaran uang, Festival Bazar Takjil Ramadan juga menjadi ruang mempererat kebersamaan dan solidaritas sosial. Interaksi hangat antara pedagang dan pembeli, suasana saling berbagi, hingga senyum di tengah antrean menjadi potret harmoni Ramadan di Kota Keris.
“Festival ini mempererat persaudaraan, meningkatkan semangat berbagi, dan memperkuat komitmen kita membangun Sumenep yang religius, harmonis, dan sejahtera,” pungkas Bupati.
Festival Bazar Takjil Ramadan pun menjadi bukti bahwa kegiatan religius dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi. Di Sumenep, Ramadan tak hanya menghadirkan pahala, tetapi juga menghidupkan ekonomi rakyat, dari pelaku UMKM hingga tukang parkir yang ikut kecipratan berkah.
Penulis : Redaksi







