PAMEKASAN – Prestasi kemanusiaan yang ditorehkan Bani Insan Peduli (BIP) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga sosial yang digagas pengusaha muda Ali Zainal Abidin tersebut sukses mencatatkan sejarah dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan sosial yang melibatkan ribuan anak yatim.
Keberhasilan ini bukan sekadar prestasi seremonial. Bagi banyak kalangan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa gerakan kemanusiaan yang dijalankan dengan konsisten mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Apresiasi pun datang dari berbagai pihak, termasuk dari Detikzone.id. Pimpinan Redaksi Igusty Madani, menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan BIP yang dinilai berhasil menghadirkan aksi sosial inspiratif.
Menurutnya, penghargaan dari MURI merupakan simbol pengakuan atas kerja keras, kepedulian, dan konsistensi BIP dalam membantu masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penghargaan ini bukan hanya tentang rekor, tetapi tentang kepedulian sosial yang nyata. Apa yang dilakukan BIP patut diapresiasi dan diharapkan bisa menginspirasi banyak pihak untuk ikut bergerak membantu sesama,” ujar Igusty Madani.
Gelombang apresiasi juga datang dari kalangan jurnalis daerah. Komunitas Jurnalis Muda Pamekasan (JMP) turut menyampaikan penghargaan atas kiprah sosial yang dilakukan BIP.
Ketua JMP Pamekasan, Lutfiadi, menilai keberhasilan BIP memecahkan rekor MURI merupakan bukti bahwa kekuatan solidaritas sosial mampu menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.
“Ini bukan hanya tentang rekor, tetapi tentang kepedulian. Apa yang dilakukan BIP menunjukkan bahwa kemanusiaan masih hidup dan dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak,” ujar Lutfiadi.
Ia menambahkan, kegiatan sosial yang melibatkan ribuan anak yatim tersebut merupakan contoh nyata bahwa kolaborasi antara relawan, masyarakat, dan lembaga sosial dapat menciptakan dampak besar.
Sebelumnya, kegiatan sosial besar yang digelar BIP di Gedung Bakorwil IV Pamekasan pada Jumat (6/3/2026) sukses menghadirkan sekitar 3.000 anak yatim untuk mengikuti buka puasa bersama sekaligus menikmati program belanja gratis kebutuhan Lebaran.
Kegiatan tersebut bahkan langsung dicatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai dua rekor sekaligus, yakni belanja gratis terbanyak dan pembagian set pakaian terbanyak bagi anak yatim di Indonesia.
Founder BIP Foundation, Ali Zainal Abidin, yang akrab disapa Bang Ali Bani, mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut ia persembahkan kepada seluruh relawan yang selama ini setia mendampingi berbagai kegiatan sosial BIP.
“Piagam MURI ini saya persembahkan untuk seluruh relawan BIP yang selama ini ikut berjuang bersama dalam setiap aksi sosial. Dan secara khusus saya persembahkan untuk kedua orang tua saya,” ungkapnya dengan penuh haru.
Sosok Bang Ali kini semakin dikenal luas sebagai tokoh yang konsisten memperjuangkan kepedulian terhadap anak-anak yatim. Bahkan sejumlah tokoh masyarakat menyematkan julukan “Abul Yatama”, yang berarti bapak bagi anak-anak yatim.
Julukan tersebut lahir dari dedikasinya yang tak henti-henti menghadirkan program sosial melalui BIP di berbagai daerah, mulai dari Pamekasan, Sumenep hingga sejumlah kota besar lainnya.
Suasana haru sempat menyelimuti acara di Gedung Bakorwil Pamekasan ketika ribuan anak yatim tersenyum bahagia menerima santunan, pakaian Lebaran, serta menikmati hidangan berbuka puasa bersama.
Momen paling menggetarkan terjadi ketika 3.000 balon harapan dilepaskan ke langit Pamekasan. Balon-balon tersebut menjadi simbol doa dan harapan anak-anak yatim yang melambung tinggi bersama cita-cita masa depan yang lebih cerah.
Bagi banyak pihak, keberhasilan BIP memecahkan rekor MURI bukan sekadar catatan prestasi, melainkan juga pengingat bahwa kepedulian sosial adalah kekuatan besar yang mampu menyatukan banyak orang untuk menebar kebaikan.
Gelombang ucapan selamat dari berbagai organisasi pers dan media pun menjadi bukti bahwa gerakan kemanusiaan seperti yang dilakukan Bani Insan Peduli layak mendapat apresiasi dan diharapkan mampu menginspirasi lahirnya lebih banyak aksi sosial di masa depan.







