RSUD Waluyo Jati Probolinggo Beri Klarifikasi Dugaan Kejanggalan Belanja Rp500 Juta, Publik Minta Data Dibuka

Senin, 9 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, Detikzone.id – Polemik dugaan kejanggalan belanja bahan penunjang pelayanan senilai sekitar Rp500 juta di RSUD Waluyo Jati Kraksaan akhirnya mendapat tanggapan resmi dari manajemen rumah sakit.

Sorotan publik yang terus menguat membuat pihak rumah sakit angkat bicara guna meluruskan berbagai informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Direktur rumah sakit, Dr. dr. Yessi Rahmawati, menegaskan bahwa pihaknya menghormati fungsi pers dan kontrol sosial masyarakat terhadap penggunaan anggaran publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, ia menilai sebagian informasi yang berkembang di ruang publik belum disampaikan secara utuh sehingga berpotensi menimbulkan kesimpulan yang prematur.

Menurut manajemen rumah sakit, berbagai dugaan seperti pecah paket, mark-up, maupun persekongkolan dalam pengadaan tidak dapat disimpulkan hanya dari potongan data atau tampilan informasi yang tidak lengkap.

“Penilaian terhadap suatu pengadaan harus dilihat secara menyeluruh, mulai dari dokumen perencanaan, spesifikasi teknis, kebutuhan pelayanan, volume riil barang, harga satuan, hingga mekanisme pemilihan penyedia,” jelas pihak manajemen dalam keterangan resminya.

Pihak rumah sakit juga menyampaikan bahwa penjelasan rinci terkait volume barang, jumlah kebutuhan, hingga harga satuan tidak dapat dijabarkan secara singkat melalui komunikasi informal. Data tersebut, kata manajemen, harus dijelaskan bersamaan dengan dokumen pendukung agar tidak memunculkan salah tafsir di tengah masyarakat.

Karena itu, RSUD Waluyo Jati menyatakan siap memberikan klarifikasi secara resmi dan tertulis apabila ada permintaan klarifikasi yang diajukan melalui mekanisme yang berlaku.

Di sisi lain, manajemen rumah sakit juga mengungkapkan akan melakukan penelusuran internal terkait kemungkinan adanya kebocoran dokumen pengadaan.

Jika data yang beredar dalam pemberitaan ternyata berasal dari dokumen internal rumah sakit atau akses akun pengadaan yang tidak semestinya disebarluaskan, maka hal tersebut akan ditelusuri melalui mekanisme pemeriksaan internal.

Meski demikian, pihak rumah sakit menegaskan bahwa langkah tersebut tidak dimaksudkan untuk menekan kerja jurnalistik.

“RSUD Waluyo Jati tetap menghormati kebebasan pers. Jalur yang benar dalam menyikapi pemberitaan adalah melalui mekanisme hak jawab dan hak koreksi,” demikian pernyataan manajemen.

Lebih lanjut, pihak rumah sakit juga menyatakan terbuka apabila dilakukan pemeriksaan oleh aparat pengawasan internal pemerintah maupun lembaga berwenang lainnya. Langkah tersebut dinilai penting agar polemik yang berkembang dapat diuji secara objektif dengan berbasis dokumen resmi.

Sementara itu, sejumlah pihak menilai polemik ini seharusnya dapat diselesaikan secara sederhana melalui transparansi data pengadaan. Rincian mengenai volume barang, spesifikasi, harga satuan, hingga penyedia barang dinilai menjadi informasi penting untuk memastikan apakah penggunaan anggaran telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Transparansi tersebut juga dianggap krusial untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, polemik dugaan kejanggalan belanja bahan penunjang pelayanan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan masih terus menjadi perhatian publik. Sejumlah kalangan berharap persoalan ini dapat segera terang melalui pembukaan data dan klarifikasi berbasis dokumen resmi, sehingga tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan di tengah masyarakat.

Berita Terkait

Mbak Wali Hadiri Pelantikan Direktur RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Tekankan Pelayanan Kesehatan yang Humanis
KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sapudi, Pemkab Sumenep Bergerak Cepat Kerahkan Seluruh Kekuatan untuk Selamatkan Penumpang
Menara Gading Pemkab Probolinggo Saat Birokrasi Sibuk “Kecanduan” Rapat, Atap Pelayanan Publik Bocor Ditampung Ember
Opening Training Raya HMI Nasional di Kediri, Mbak Wali Tekankan Kolaborasi Pemuda Bangun Daerah
Ngampel dan Jamsaren Juara Wali Kota Kediri Cup 2026, Mbak Wali Tegaskan: Menang Kalah Tetap Bersaudara
Nakhoda Baru KONI Probolinggo,Reno Handoyo Siap Gandeng Sektor Industri dan Kawinkan Olahraga-Pariwisata
Langkah Berani Anak Istimewa, Unjuk Bakat di Atas Catwalk Fashion Show Probolinggo
Sambut HUT RI ke-81, Gubernur Khofifah Gulirkan Program Pembebasan Pajak Daerah se-Jawa Timur

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Mbak Wali Hadiri Pelantikan Direktur RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Tekankan Pelayanan Kesehatan yang Humanis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:06 WIB

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sapudi, Pemkab Sumenep Bergerak Cepat Kerahkan Seluruh Kekuatan untuk Selamatkan Penumpang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:12 WIB

Opening Training Raya HMI Nasional di Kediri, Mbak Wali Tekankan Kolaborasi Pemuda Bangun Daerah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Ngampel dan Jamsaren Juara Wali Kota Kediri Cup 2026, Mbak Wali Tegaskan: Menang Kalah Tetap Bersaudara

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:46 WIB

Nakhoda Baru KONI Probolinggo,Reno Handoyo Siap Gandeng Sektor Industri dan Kawinkan Olahraga-Pariwisata

Berita Terbaru