BAWEAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim kemarau tahun 2026 di wilayah Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, akan dimulai pada Mei 2026. Informasi tersebut disampaikan oleh Stasiun Meteorologi Kelas III Sangkapura BMKG dalam rilis iklim terbaru, Rabu (11/3/2026).
Pulau Bawean yang meliputi wilayah Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada periode dasarian I hingga III Mei 2026. Sementara itu, masa peralihan musim atau pancaroba diprediksi terjadi pada Maret hingga April 2026.
Pada masa pancaroba tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem seperti angin kencang, puting beliung, petir, serta hujan lebat berdurasi singkat yang bersifat sporadis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Sangkapura, Usman Kholid, M.Si., mengimbau masyarakat agar mulai melakukan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.
“Masyarakat diharapkan dapat mengoptimalkan tampungan air serta pengelolaan irigasi, melakukan penyesuaian kalender tanam, dan menggunakan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi tanah kering,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat mewaspadai daerah-daerah yang rentan terhadap kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta berkurangnya ketersediaan air bersih, terutama saat memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
Menurutnya, informasi prediksi musim ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai peringatan dini guna mendukung langkah antisipasi dan aksi dini oleh pemerintah daerah maupun masyarakat di Pulau Bawean.
Informasi lebih lengkap terkait prediksi musim kemarau 2026 dapat diakses melalui laman resmi BMKG di tautan https://link.bmkg.go.id/iklimbaru.








