SEMARANG, Detikzone.id – Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang meningkat dalam tiga hari pelaksanaan Posko Angkutan Udara Lebaran 2026.
General Manager Bandara Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, menyampaikan bahwa peningkatan terlihat dari data angkutan Lebaran pada 13–15 Maret 2026.
Pengelola bandara mencatat 252 pergerakan pesawat selama tiga hari posko Lebaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jumlah ini naik 31 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 193 pergerakan pesawat.
Menurut Sulistyo, peningkatan tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat menjelang masa mudik Lebaran.
Selain pergerakan pesawat, jumlah penumpang juga meningkat. Bandara Ahmad Yani mencatat 27.474 penumpang selama tiga hari posko Lebaran.
Jumlah ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 22.841 penumpang.
Sulistyo menjelaskan, pemantauan trafik secara real time menunjukkan kenaikan jumlah penumpang sekitar 20 persen.
Ia menilai kebijakan Work From Anywhere (WFA) turut mendorong masyarakat memanfaatkan transportasi udara untuk bepergian lebih awal.
“Hal ini juga menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan penerbangan dari dan menuju Semarang masih tinggi,” ujar Sulistyo, Senin (16/3/2026).
Manajemen bandara memprediksi jumlah penumpang akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan analisis data, jumlah penumpang berpotensi mencapai puncak pada Kamis, 19 Maret 2026, dengan sekitar 10.445 penumpang.
Sementara itu, arus balik diperkirakan mencapai puncak pada Sabtu, 28 Maret 2026, dengan sekitar 11.480 penumpang.
Secara keseluruhan, manajemen bandara memperkirakan trafik penumpang selama periode posko Lebaran tahun ini naik sekitar 5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Manajemen Bandara Ahmad Yani juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi banjir yang dapat mengganggu operasional penerbangan.
Pengelola bandara membangun tanggul perimeter di sisi udara sepanjang 1.361 meter dengan tinggi 0,9 meter.
Selain itu, bandara menambah kolam hisap berkapasitas 720 meter kubik serta menyiagakan 60 pompa di tiga rumah pompa.
Bandara juga menyediakan water pond di sisi udara berkapasitas 20.790 meter kubik dan di sisi darat berkapasitas 144.613 meter kubik.
Manajemen bandara terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, BMKG, serta seluruh pemangku kepentingan penerbangan untuk memantau perkembangan cuaca secara real time demi menjaga keselamatan operasional penerbangan. (Mualim)







