Sumenep – Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti halaman SDN Padangdangan I, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, pada Rabu malam (1/7/2026). Ratusan tamu undangan memadati lokasi untuk menghadiri Malam Pisah Kenang Siswa Kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026, sebuah momentum penuh makna sebagai penanda berakhirnya perjalanan enam tahun para siswa di bangku sekolah dasar.
Acara tersebut dihadiri oleh para wali murid, Komite Sekolah, dewan guru, tokoh masyarakat, serta sejumlah tokoh pendidikan Kecamatan Pasongsongan, di antaranya H. Moh. Rusdi, M.Pd, H. Sutiksan, M.Pd dan Amir Husein, S.Pd yang dikenal sebagai mantan pengawas bina SD Kecamatan Pasongsongan. Kehadiran para tokoh pendidikan tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap upaya sekolah dalam membangun kualitas pendidikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Komite Sekolah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Ucapan penghargaan juga diberikan kepada seluruh guru SDN Padangdangan I yang selama enam tahun dengan penuh kesabaran mendidik, membimbing, dan membersamai para siswa hingga berhasil menuntaskan pendidikan dasar.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru. Selama enam tahun mereka telah mendidik dan membersamai anak-anak kami dengan penuh dedikasi. Tidak ada usaha apa pun yang mampu membalas jasa-jasa mereka selain doa dan penghormatan yang setinggi-tingginya,” ungkap Komite Sekolah di hadapan para tamu undangan.
Sementara itu, Kepala SDN Padangdangan I, H. Matrasit, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada sekolah untuk mendidik putra-putri mereka.
Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh dukungan keluarga dan masyarakat yang terus bersinergi dalam membentuk karakter peserta didik.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan seluruh wali murid kepada SDN Padangdangan I. Semoga anak-anak yang telah lulus pada tahun ini dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan terus mengembangkan potensi yang mereka miliki,” tuturnya.
Lebih lanjut, H. Matrasit berharap hubungan harmonis antara sekolah, orang tua, dan masyarakat terus terjalin sebagai fondasi terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.
“Kolaborasi antara sekolah dan masyarakat harus terus diperkuat. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika semua pihak berjalan seiring, maka kita akan mampu melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” tambahnya.
Kepada seluruh guru SDN Padangdangan I, ia juga berpesan agar senantiasa meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan pendidikan merupakan bentuk pengabdian sekaligus tanggung jawab moral kepada masyarakat.
Rangkaian Malam Pisah Kenang semakin semarak dengan beragam penampilan seni dan kreativitas siswa dari seluruh tingkatan kelas. Mulai dari tari tradisional, pembacaan puisi, paduan suara, pertunjukan musik, hingga berbagai atraksi seni lainnya berhasil memukau para tamu yang hadir. Tepuk tangan dan sorak bangga dari para orang tua terus mengiringi setiap penampilan yang dipersembahkan.
Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang perpisahan bagi siswa kelas VI, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang mempererat hubungan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Di balik kemeriahan acara, tersimpan doa dan harapan agar seluruh lulusan SDN Padangdangan I mampu melanjutkan perjalanan pendidikan dengan semangat belajar yang tinggi serta menjadi generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan membawa manfaat bagi bangsa dan daerahnya.
Malam Pisah Kenang tahun ini pun menjadi bukti bahwa pendidikan bukan sekadar proses belajar di ruang kelas, melainkan perjalanan bersama yang dibangun melalui kebersamaan, dedikasi para guru, kepercayaan orang tua, serta dukungan seluruh elemen masyarakat.







