SUMENEP – Arus balik santri dari wilayah kepulauan menuju daratan membludak. Sebanyak 591 penumpang memadati KMP Munggiyang Hulalo dalam pelayaran dari Kangean menuju Jangkar, Kamis (02/04/2026).
Menariknya, perjalanan ini menjadi bagian dari layanan arus balik gratis yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sumenep sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kepulauan, khususnya para santri.
Ratusan penumpang tersebut didominasi oleh santri dari berbagai pondok pesantren. Tercatat, santri asal Walisongo sebanyak 237 orang, Sukorejo 277 orang, Nurul Jadid 68 orang, serta PP Nyamplong 9 orang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapal diberangkatkan sekitar pukul 09.20 WIB dari wilayah Kangean dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Jangkar sekitar pukul 18.30 WIB. Perjalanan panjang melintasi lautan ini menjadi bukti nyata tingginya mobilitas pendidikan di wilayah kepulauan.
Program arus balik gratis ini dinilai sebagai langkah konkret Pemerintah Kabupaten Sumenep di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi dalam meringankan beban masyarakat, terutama kalangan santri yang hendak kembali ke tempat menimba ilmu.
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah, kebijakan ini menjadi angin segar bagi para orang tua dan santri yang selama ini harus menanggung biaya transportasi laut yang tidak sedikit.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Achmad Dzulkarnain, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan arus balik tersebut.
Dirinya menegaskan, keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama, terlebih dengan jumlah penumpang yang cukup besar dalam satu perjalanan.
“Kami memastikan seluruh proses berjalan aman dan tertib. Program ini adalah bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya santri,” ujarnya.
Ia juga berharap perjalanan ratusan santri ini dapat berlangsung lancar tanpa kendala berarti hingga tiba di tujuan.
“Kami berharap semua penumpang selamat sampai tujuan, dan program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Arus balik gratis yang memuat ratusan santri ini tidak hanya sekadar perjalanan biasa, melainkan simbol hadirnya pemerintah di tengah kebutuhan masyarakat. Di atas gelombang laut, tersimpan harapan besar akan masa depan generasi muda yang terus berjuang menuntut ilmu.
Program ini sekaligus menjadi penegas bahwa kepedulian pemerintah daerah bukan sekadar janji, tetapi hadir nyata dalam setiap perjalanan masyarakatnya—terutama mereka yang sedang menata masa depan.
Penulis : Redaksi








