PROBOLINGGO– Arus lalu lintas di sepanjang ruas Jalan Soekarno Hatta dilaporkan mengalami kemacetan yang cukup signifikan, terutama pada jam-jam sibuk. Penyebab utamanya adalah banyaknya kendaraan roda dua dan roda empat yang parkir di bahu jalan.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan mengular, memaksa pengendara yang melintas harus memelankan laju kendaraannya karena penyempitan lajur akibat parkir tersebut. Situasi ini diperparah dengan tingginya aktivitas usaha di sepanjang jalan yang menggunakan bahu jalan sebagai tempat parkir pengunjung.
Saat dikonfirmasi terkait kondisi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo Pudi Adji Tjahjo Wahono membenarkan bahwa sepanjang ruas Jalan Soekarno Hatta memang digunakan untuk parkir tepi jalan umum (on-street parking).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ya memang sepanjang ruas Soekarno Hatta untuk parkir tepi jalan dan masuk jalan kota. Sehingga pengguna jalan juga harus pelan-pelan,” ujar Kadishub saat memberikan klarifikasi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemanfaatan bahu jalan di kawasan tersebut masih dianggap wajar karena hampir semua tempat usaha di sepanjang jalan tersebut menggunakan area tepi jalan untuk parkir kendaraan.
Namun, Dishub menegaskan akan melakukan tindakan tegas jika parkir kendaraan sudah merambah ke area trotoar.
“Kalau parkir di trotoar baru melanggar, itu akan kita tindak,” tegasnya.
Kemacetan bukan sekadar persoalan teknis di lapangan, tetapi cerminan dari kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.
Jika tidak segera dibenahi, maka Jalan Soekarno Hatta akan terus menjadi contoh bagaimana ruang publik dikompromikan, sementara masyarakat dipaksa beradaptasi dengan ketidaknyamanan yang seharusnya bisa dicegah.
Penulis : Moch Solihin







