Gus Lilur Minta Penegakan Hukum KPK Tidak Memukul Industri Rokok Rakyat

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi dalam pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Langkah ini dihormati sebagai upaya membersihkan praktik suap, gratifikasi, dan distorsi yang merugikan negara. Namun, penanganan kasus ini jangan sampai menimbulkan efek “sapu jagat” yang mematikan industri rokok rakyat yang sedang tumbuh, terutama di Madura.

HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, pengusaha rokok dan Owner BARONG Grup, atau yang akrab disapa Gus Lilur, menekankan pentingnya penegakan hukum yang selektif. Menurutnya, penindakan harus membersihkan praktik korupsi, bukan memukul rata seluruh pelaku industri rokok rakyat.

“Penindakan terhadap dugaan korupsi di Bea Cukai harus kita dukung. Negara tidak boleh kalah oleh mafia cukai atau permainan kotor. Tapi KPK harus hati-hati dan berpikir komprehensif, agar penanganan ini tidak membabi buta menghancurkan industri rakyat legal,” ujar Gus Lilur, Senin (6/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gus Lilur menyoroti realitas di Madura, wilayah penghasil tembakau, di mana industri rokok rakyat mendukung ekonomi lokal mulai dari petani tembakau, buruh linting, hingga pedagang kecil. Ia memperingatkan bahwa generalisasi terhadap semua pelaku usaha rokok rakyat karena adanya kasus besar justru merugikan pihak yang legal dan sedang berusaha tumbuh.

“Yang salah harus ditindak, tetapi yang legal jangan dimatikan. Jangan sampai yang kuat lolos, yang kecil tumbang. Ini yang harus dicegah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa momentum pengusutan ini seharusnya dijadikan kesempatan membenahi sistem cukai dan perdagangan rokok secara adil. Negara perlu memperkuat jalur legal industri rakyat agar pelaku usaha yang patuh memiliki kepastian dan kesempatan berkembang, bukan terintimidasi oleh stigma dan tekanan.

Gus Lilur mendorong agar KPK, Kementerian Keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya melihat industri rokok rakyat secara proporsional, sehingga penegakan hukum dapat menghasilkan dua tujuan sekaligus: membersihkan praktik korupsi dan memperkuat jalur legal industri rakyat.

“Kalau negara ingin menekan rokok ilegal, jalur legal industri rakyat harus diperkuat. Madura dan daerah penghasil tembakau lain membutuhkan keadilan seperti itu,” tutupnya.

Penulis : Anton

Berita Terkait

Ribuan Jamaah Diprediksi Hadir, Anggi: Jangan Lewatkan Keberkahan Haul Masyayikh 19 Juli
Pengadilan Agama Kendal dan Lapas Kendal Perbarui Komitmen Kerja Sama
Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan
ZAKAT, INFAQ, SEDEKAH, DAN WAKAF Dalam Perspektif Fikih Muamalah
Merangkai Inspirasi Dari Ujung Pantura: 30 Tahun Tak Pernah Telat, Herlinawati Jadi Matahari Pagi di Pemalang
Menyoal Gurita Mafia Solar Subsidi di SPBU Pacekulon Nganjuk, Siapa Aktor di Baliknya?
Jangan Bohongi Presiden RI
Ketua DPC PWRI Kebumen Apresiasi Komitmen Prabowo dalam Penegakan Hukum, Harapkan Indonesia Bersih dan Bebas Korupsi

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 02:14 WIB

Ribuan Jamaah Diprediksi Hadir, Anggi: Jangan Lewatkan Keberkahan Haul Masyayikh 19 Juli

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:19 WIB

Pengadilan Agama Kendal dan Lapas Kendal Perbarui Komitmen Kerja Sama

Senin, 13 Juli 2026 - 22:33 WIB

Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Senin, 13 Juli 2026 - 20:57 WIB

ZAKAT, INFAQ, SEDEKAH, DAN WAKAF Dalam Perspektif Fikih Muamalah

Senin, 13 Juli 2026 - 20:08 WIB

Merangkai Inspirasi Dari Ujung Pantura: 30 Tahun Tak Pernah Telat, Herlinawati Jadi Matahari Pagi di Pemalang

Berita Terbaru