Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menggelar Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dengan aksi masif yang menyasar kawasan kota bagian timur, Jumat (10/04/2026). Tidak sekadar bersih-bersih biasa, gerakan ini menjadi langkah nyata membenahi wajah kota hingga ke titik-titik kumuh yang selama ini luput dari perhatian.
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diterjunkan langsung ke lapangan, menyisir ruas jalan strategis mulai dari Jalan Syahid Husin, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Raung, hingga Jalan KH. Wahid Hasyim. Aksi ini melanjutkan gerakan sebelumnya yang telah menyasar kawasan pusat dan selatan kota.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menegaskan seluruh kekuatan dikerahkan demi memastikan kebersihan kota benar-benar terasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Seluruh armada dan personel kebersihan kami kerahkan untuk mendukung kegiatan ini,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada area perkotaan dan fasilitas umum, gerakan ini juga menembus wilayah-wilayah kumuh yang selama ini kurang tersentuh. Langkah ini dinilai penting untuk mengatasi persoalan lingkungan secara menyeluruh, bukan sekadar tampilan luar kota.
Lebih dari itu, Pemkab Sumenep juga menginisiasi gerakan serentak hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Camat, lurah, kepala desa, hingga masyarakat turun langsung dalam aksi Jumat Bersih, memperkuat kembali semangat gotong royong.
“Para camat, lurah, dan kepala desa bersama masyarakat juga antusias melaksanakan Jumat Bersih di wilayahnya masing-masing,” tambahnya.
Gerakan ini tidak hanya bertujuan memperindah kota, tetapi juga sebagai langkah strategis memutus rantai penyebaran penyakit. Pembersihan saluran air menjadi prioritas guna mencegah genangan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk saat musim hujan.
Selain itu, Pemkab juga ingin mengubah pola pikir masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. Budaya bersih diharapkan menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Sebagai penguat, kegiatan bersih-bersih juga diterapkan rutin di lingkungan kantor setiap hari Selasa. Harapannya, budaya bersih tidak hanya hidup di ruang publik, tetapi juga menjadi bagian dari disiplin kerja aparatur.
“Saya berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah,” pungkasnya.
Gerakan ASRI di Sumenep kini bukan sekadar program, melainkan gerakan kolektif yang perlahan membangun kesadaran dan wajah baru kota yang lebih layak huni.
Penulis : Redaksi







