PAMEKASAN, Minggu, 12/4/2026 – Suasana gudang induk Bawang Mas Group, Desa Blumbungan, berubah menjadi lautan manusia. Ribuan petani tembakau, warga, hingga tokoh agama tumpah ruah menyambut kepulangan H. Khoirul Umam atau Haji HER, sosok pengusaha yang oleh pendukungnya dijuluki “Pahlawan Petani Tembakau”.
Sejak pagi hari, arus massa terus berdatangan tanpa henti. Jalan menuju lokasi dipadati warga dari berbagai daerah di Pamekasan dan sekitarnya. Suasana penuh antusiasme itu mencerminkan kuatnya ikatan emosional antara Haji HER dan masyarakat akar rumput, khususnya para petani tembakau.
Kepulangan Haji HER menjadi perhatian besar publik setelah sebelumnya ia memenuhi undangan klarifikasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia pada 9 April 2026. Meski sempat menjadi sorotan, momen kembalinya ia ke Madura justru berubah menjadi ajang konsolidasi dukungan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak sekadar penyambutan, acara tersebut juga dirangkai dengan istighatsah dan doa bersama. Ribuan warga larut dalam suasana religius, memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan untuk daerah serta tokoh yang mereka dukung.
Sejumlah ulama terkemuka turut hadir, di antaranya KH. Hakam Masduki, KH. Fahrurrozi Musyaffa, dan KH. Afifuddin Toha, yang memimpin langsung doa bersama di tengah lautan jamaah.
Suasana khidmat bercampur haru mewarnai jalannya acara. Di antara lantunan doa dan isak harapan, terlihat jelas bagaimana petani, ulama, dan masyarakat menyatu dalam satu barisan dukungan.
Dalam sambutannya, Haji HER menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan besar yang diberikan masyarakat. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap berada di tengah rakyat, khususnya petani tembakau yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan sosial dan ekonominya.
Ia juga menyinggung dinamika yang tengah dihadapinya, namun menegaskan bahwa dukungan masyarakat menjadi kekuatan moral untuk terus melangkah.
“Tujuan saya sederhana, bagaimana Madura bisa sejahtera. Anak-anak sekolah, rumah layak, dan ekonomi rakyat bergerak,” demikian pesan yang sebelumnya ia sampaikan dalam berbagai kesempatan.
Di sisi lain, gerakan yang ia bangun sejak 2022 bersama sejumlah kiai dan pengusaha pesantren disebut telah memberi dampak ekonomi signifikan. Program pembelian langsung tembakau dari petani yang melibatkan ratusan pesantren diklaim mampu menstabilkan harga dan menggerakkan ekonomi lokal.
Dari total awal 60 ton tembakau, perputaran dana disebut telah berkembang hingga miliaran rupiah dan kembali dialokasikan untuk pendidikan serta pemberdayaan masyarakat.
Di tengah dinamika yang menyertainya, Haji HER kini berdiri sebagai figur yang oleh pendukungnya dipandang bukan sekadar pengusaha, melainkan simbol harapan ekonomi rakyat Madura—di saat petani, ulama, dan masyarakat memilih untuk tetap berada dalam satu barisan yang sama.







