PANCA AMPERA vs Ketimpangan: Gus Lilur Desak Perubahan Besar Industri Rokok

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Lilur saat menyampaikan PANCA AMPERA, lima amanat petani tembakau Madura–Nusantara, sebagai suara perlawanan terhadap tekanan industri dan kebijakan cukai yang dinilai belum berpihak pada rakyat.

Gus Lilur saat menyampaikan PANCA AMPERA, lima amanat petani tembakau Madura–Nusantara, sebagai suara perlawanan terhadap tekanan industri dan kebijakan cukai yang dinilai belum berpihak pada rakyat.

Nasional – Di tengah panasnya operasi pemberantasan rokok ilegal dan mencuatnya dugaan penyimpangan pita cukai, sebuah suara lantang mengguncang dari tanah Madura. Bukan sekadar kritik, melainkan perlawanan terbuka dari akar rumput industri tembakau.

HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, atau yang dikenal sebagai Gus Lilur, Owner Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup), resmi mendeklarasikan PANCA AMPERA—Lima Amanat Petani Tembakau Madura–Nusantara. Sebuah seruan yang bukan hanya menggugah, tetapi juga menohok kebijakan yang dinilai tak berpihak pada rakyat kecil.

“Ini bukan sekadar aspirasi. Ini adalah suara dari bawah. Suara mereka yang selama ini bertahan dalam tekanan—petani, buruh, dan pengusaha kecil,” tegas Gus Lilur, Senin (13/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Deklarasi ini lahir dari realitas pahit yang selama bertahun-tahun membelit jutaan petani tembakau dan pelaku usaha rokok rakyat—terhimpit regulasi, ditekan biaya tinggi, dan kerap menjadi sasaran penegakan hukum yang dinilai tidak adil.

Jeritan Pertama: Hentikan Kriminalisasi

Dalam poin pertama, Gus Lilur menyoroti keras praktik penegakan hukum yang dinilai kerap menyasar pelaku usaha kecil.
Menurutnya, pengusaha rokok pribumi justru sering diposisikan seolah-olah pelaku utama pelanggaran, padahal mereka hanya berjuang untuk bertahan di tengah sistem yang rumit dan mahal.

“Jangan samakan mereka dengan jaringan besar. Mereka ini tulang punggung ekonomi rakyat,” ujarnya dengan nada tegas.

Peringatan Keras: Rokok Ilegal Harus Dihentikan

Namun di sisi lain, ia tidak memberi ruang bagi praktik ilegal. Rokok ilegal disebutnya sebagai ancaman serius yang merusak industri dan menggerus penerimaan negara.

Meski begitu, ia mengingatkan—penindakan yang salah arah justru bisa mematikan pelaku usaha legal yang sedang berusaha bangkit.

Tuntutan Tegas: Cukai Khusus untuk Rakyat

Sorotan tajam juga diarahkan pada kebijakan cukai yang dinilai tidak ramah terhadap UMKM.

Dengan suara penuh tekanan, Gus Lilur menuntut hadirnya skema cukai khusus bagi rokok rakyat—sebuah solusi yang diyakini mampu membuka jalan legal bagi pelaku kecil sekaligus menekan peredaran rokok ilegal.

“Kebijakan sekarang terlalu berat. Kalau tidak diubah, yang kecil akan terus terpinggirkan,” katanya.

Harapan Besar: KEK Tembakau Madura

Di tengah kegelisahan, muncul harapan besar: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura.

Bagi Gus Lilur, KEK bukan sekadar proyek—melainkan jalan keluar untuk mengangkat derajat Madura dari sekadar penghasil bahan baku menjadi pusat industri bernilai tinggi.

“Ini momentum. Kalau gagal, kita akan terus tertinggal,” ujarnya.

Pesan Terakhir: Negara Harus Hadir
Puncak dari PANCA AMPERA adalah satu pesan kuat: negara tidak boleh abai.
Petani tembakau—yang selama ini berada di garis paling rentan—harus menjadi prioritas utama. Tanpa kesejahteraan mereka, industri tembakau nasional disebut hanya berdiri di atas fondasi rapuh.

“Kalau petani jatuh, semuanya ikut runtuh,” tegasnya.

PANCA AMPERA kini bukan sekadar deklarasi. Ia menjelma menjadi simbol perlawanan, sekaligus harapan. Sebuah pengingat keras bahwa di balik riuhnya industri, ada jutaan suara yang selama ini nyaris tak terdengar—dan kini mulai menggema

Penulis : Anton

Berita Terkait

DBHCHT Dinilai Belum Berkeadilan, Owner CV Ayunda Pamekasan H. Bambang Budianto Minta Madura Tak Lagi Dianaktirikan
Lotus Sumenep Tak Lagi Sekadar Tempat Kuliner, Kini Jadi Pusat Edukasi Bisnis Digital Lewat Sekolah Bisnis
Gus Qowim Buka Kediri Beauty Fest 2026, Dorong Industri Kecantikan dan UMKM Kreatif di Kota Kediri
Kesempatan Emas! DRT Exclusive Rekrut Salesman Motoris di Sumenep, Simak Syarat dan Benefitnya
Soft Opening, HM Cafe & Billiard Sumenep Diharapkan Jadi Khazanah Lahirnya Atlet Biliar dan Penggerak Ekonomi Daerah
Melalui Pendataan Berkala dan Akurat, Pemdes Tobai Tengah Sampang Hadirkan Bantuan yang Lebih Merata
Kampung Semarak DRT Hadir di Sumenep, Sajikan Hiburan Gratis, Bazar UMKM, dan Doorprize Meriah
BRI Sumenep Tegaskan Integritas dan Zero Tolerance Fraud di Tengah Upaya Jaga Kepercayaan Publik

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:26 WIB

DBHCHT Dinilai Belum Berkeadilan, Owner CV Ayunda Pamekasan H. Bambang Budianto Minta Madura Tak Lagi Dianaktirikan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:01 WIB

Lotus Sumenep Tak Lagi Sekadar Tempat Kuliner, Kini Jadi Pusat Edukasi Bisnis Digital Lewat Sekolah Bisnis

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:41 WIB

Gus Qowim Buka Kediri Beauty Fest 2026, Dorong Industri Kecantikan dan UMKM Kreatif di Kota Kediri

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:02 WIB

Kesempatan Emas! DRT Exclusive Rekrut Salesman Motoris di Sumenep, Simak Syarat dan Benefitnya

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:09 WIB

Soft Opening, HM Cafe & Billiard Sumenep Diharapkan Jadi Khazanah Lahirnya Atlet Biliar dan Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terbaru