Perkuat Pembinaan Berbasis Ilmiah, Lapas Cipinang Fasilitasi Praktikum Mahasiswa UIN Jakarta

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik sebagai bagian dari pengembangan pembinaan berbasis ilmiah. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan case conference oleh mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Senin (20/4), di Aula Bina Insan Lapas Cipinang.

Sebanyak delapan mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi mempresentasikan hasil asesmen terhadap Warga Binaan yang menjadi klien praktikumnya. Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Pembinaan, Iwan Setiawan, beserta jajaran staf Seksi Bimbingan Kemasyarakatan sebagai bagian dari proses evaluasi dan penguatan intervensi pembinaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pembinaan, Iwan Setiawan menyampaikan pesan Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, bahwa keterbukaan Lapas Cipinang terhadap dunia akademik merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan yang lebih terukur dan berbasis pendekatan ilmiah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Lapas Cipinang membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi agar proses pembinaan dapat terus berkembang. Pendekatan ilmiah seperti case conference ini penting untuk memperkaya metode pembinaan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial, Akhmad Zaky, menyampaikan apresiasi atas dukungan Lapas Cipinang yang telah memberikan ruang praktik nyata bagi mahasiswa.

“Kami sangat mengapresiasi Lapas Cipinang yang telah menjadi mitra strategis dalam proses pembelajaran mahasiswa. Pengalaman langsung di lapangan seperti ini sangat penting untuk membentuk kompetensi profesional mahasiswa,” ungkapnya.

Salah satu mahasiswa peserta, Zahra, yang mempresentasikan hasil asesmen, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama menjalani praktikum di Lapas Cipinang.

“Melalui praktik ini, kami belajar memahami kondisi klien secara langsung, melakukan asesmen, hingga menyusun rencana intervensi. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan membuka wawasan kami dalam dunia kesejahteraan sosial,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Cipinang menegaskan perannya sebagai ruang pembelajaran sekaligus laboratorium praktik sosial, yang tidak hanya mendukung proses pendidikan mahasiswa, tetapi juga memperkuat kualitas pembinaan Warga Binaan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari implementasi Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA, dalam menghadirkan pemasyarakatan yang adaptif, terbuka, dan berbasis keilmuan.( Ragil).

Berita Terkait

Dari Anggaran ke Kepentingan: Jejak yang Tidak Transparan
Polri Kawal Ketahanan Pangan di Sumenep, Melon Pertiwi Tunjukkan Hasil Menjanjikan
Tingkatkan Kebugaran dan Imunitas, Warga Binaan Lapas Kendal Ikuti Apel Pagi dan Senam Bersama
Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Driver Online di Pemalang Mengeluh Pendapatan Kian Tergerus
Dukung Ketahanan Pangan, SPPG 2 Polres Kediri Plosoklaten Kembangkan Budidaya Lele dan Sayuran
Mari Meriahkan Soekarno Fun Run 2026, Event Swadaya yang Menyatukan Sumenep
Data SDGs 2026 Desa Hebing: Berpijak Fakta, Wujudkan Pembangunan Tepat Sasaran
Tinjau Wilayah Terdampak Gangguan Air PDAM, Mbak Wali Pastikan Penanganan Cepat untuk Warga

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:47 WIB

Dari Anggaran ke Kepentingan: Jejak yang Tidak Transparan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:13 WIB

Tingkatkan Kebugaran dan Imunitas, Warga Binaan Lapas Kendal Ikuti Apel Pagi dan Senam Bersama

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:10 WIB

Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Driver Online di Pemalang Mengeluh Pendapatan Kian Tergerus

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:51 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, SPPG 2 Polres Kediri Plosoklaten Kembangkan Budidaya Lele dan Sayuran

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:37 WIB

Mari Meriahkan Soekarno Fun Run 2026, Event Swadaya yang Menyatukan Sumenep

Berita Terbaru

NASIONAL

Dari Anggaran ke Kepentingan: Jejak yang Tidak Transparan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 12:47 WIB