SUMENEP — Momentum Hari Pendidikan Nasional dimaknai lebih dari sekadar seremoni. Melalui Kejuaraan Bulutangkis Hardiknas Sumenep Cup 2026, ratusan atlet muda turun ke lapangan, membawa harapan lahirnya generasi unggul di bidang olahraga dan karakter.
Kegiatan yang digelar di GOR Badminton Sumekar ini resmi dibuka pada Jumat (24/04/2026) dan diikuti 285 peserta dari berbagai kalangan, mulai pelajar SD, SMP, SMA hingga guru, tenaga kependidikan, dan kategori umum.
Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar mencari juara, tetapi menjadi ruang pembinaan karakter dan mental generasi muda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga sarana membangun disiplin, sportivitas, dan semangat juang sejak dini,” ujarnya saat pembukaan.
Menurutnya, olahraga dan pendidikan harus berjalan beriringan. Kejuaraan ini menjadi salah satu cara untuk menyatukan keduanya dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara fisik dan mental.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen terus mendukung kegiatan positif yang mampu mengembangkan bakat dan minat generasi muda sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Moh. Ihsan, menyebut kejuaraan ini dirancang inklusif dengan berbagai kategori agar memberi ruang seluas-luasnya bagi peserta menunjukkan kemampuan terbaik.
“Total ada 285 peserta dari berbagai jenjang dan kelompok. Ini menjadi wadah bagi mereka untuk berkembang dan berprestasi,” katanya.
Kejuaraan yang berlangsung hingga 27 April 2026 ini diharapkan tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan olahraga.
Lebih dari itu, Hardiknas Sumenep Cup menjadi pesan bahwa membangun generasi unggul tidak cukup di ruang kelas, tetapi juga ditempa di lapangan—melalui disiplin, kompetisi sehat, dan semangat pantang menyerah.
Penulis : Redaksi







