SANGKAPURA — Pelantikan pengurus ranting PGRI yang dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bihalal berlangsung khidmat bersama keluarga besar KKG Gugus III. Acara ini mengusung tema “Memperkuat Solidaritas PGRI dalam Kebersamaan dan Saling Memaafkan.” Kegiatan dilaksanakan di ruang UPT SDN 347 Gresik atau Sekolah Dasar Negeri 1 Sawahmulya, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran organisasi sekaligus mempererat hubungan antaranggota. Dalam tema PGRI Sangkapura menegaskan bahwa solidaritas dan kebersamaan merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta menjaga kekompakan di lingkungan PGRI.
Mewakili Pengurus Ranting PGRI KKG Gugus III, Ahmad Roin, S.Pd., menyampaikan ucapan terima kasih kepada PC PGRI Sangkapura yang telah melaksanakan kegiatan pelantikan perdana di Gugus III. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat sinergi dan kebersamaan antaranggota.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) V Bawean Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Sahrani Nur, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2–3 Mei, dengan puncak kegiatan pada 4 Mei.
Ia berharap partisipasi aktif seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik di masing-masing lembaga.
Ia juga menegaskan bahwa melalui perjuangan PGRI, kesejahteraan guru terus mengalami peningkatan, baik bagi guru PNS, PPPK, maupun guru swasta. Salah satunya melalui pemberian insentif bagi guru swasta yang saat ini telah mulai dirasakan, dengan nominal sekitar Rp600 ribu per bulan. Ia mengingatkan agar seluruh kebijakan dijalankan sesuai aturan yang berlaku sehingga benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan guru, termasuk di jenjang PAUD.

Sementara itu, Wakil Ketua PC PGRI Kecamatan Sangkapura, Rahmad Safari, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan sejarah lahirnya organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Ia menjelaskan bahwa PGRI berawal dari Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang berdiri pada tahun 1912. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada 25 November 1945 di Surakarta, organisasi tersebut resmi berubah menjadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
“PGRI lahir untuk menyatukan para guru dalam mengisi kemerdekaan melalui pendidikan nasional, mempertahankan NKRI, serta memperjuangkan dan membela hak-hak guru,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rahmad Safari mengajak seluruh pengurus yang telah dilantik agar berkontribusi aktif dalam memajukan organisasi PGRI, baik di tingkat ranting, cabang, hingga pusat, demi terwujudnya pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.
Pengurus Ranting PGRI KKG Gugus III menaungi sejumlah lembaga pendidikan tingkat dasar, yakni UPT SDN 334 Gresik, UPT SDN 337 Gresik, UPT SDN 343 Gresik, UPT SDN 344 Gresik, UPT SDN 347 Gresik, serta UPT SDN 348 Gresik. Gugus ini menjadi wadah kolaborasi bagi para pendidik dalam meningkatkan mutu pembelajaran di wilayah tersebut.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan tausiyah oleh Ustadz Raqib yang menyampaikan pesan tentang makna Halal Bihalal. Ia menegaskan bahwa momentum Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan antarsesama.
Dalam tausiyahnya, ia mengajak para pendidik untuk menguatkan tiga hal utama, yakni niat yang ikhlas bahwa setiap ilmu yang diajarkan merupakan ibadah, kesabaran yang luas karena proses mendidik tidak instan, serta keteladanan yang nyata karena peserta didik lebih banyak meniru daripada sekadar mendengar.
Ia juga mengingatkan agar para guru tidak pernah lelah berbuat baik dan tidak meremehkan pengaruh kecil yang diberikan. Menurutnya, satu kalimat sederhana yang disampaikan hari ini bisa menjadi awal perubahan besar dalam kehidupan seorang anak di masa depan.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta menjadikan momen Halal Bihalal sebagai titik awal untuk memperbaiki hubungan antar rekan kerja, menguatkan semangat pengabdian, serta menata kembali langkah menjadi guru yang lebih inspiratif.
Penulis : Redaksi







