KEDIRI – Menandai peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, Walikota Kediri, Vinanda Prameswati, meresmikan transformasi strategis pelayanan publik melalui peluncuran Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Agenda yang dipusatkan di Wisma Tentrem, Pondok Wali Barokah, Rabu (29/4) ini mengukuhkan peran Posyandu sebagai pusat layanan terintegrasi, melampaui fungsi kesehatan konvensional.
Dalam arahannya, Walikota Vinanda menegaskan bahwa inovasi ini adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat akan birokrasi yang lebih ringkas dan menyentuh akar rumput.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apresiasi Prestasi Nasional
Walikota perempuan pertama di Kota Kediri ini secara khusus memberikan apresiasi atas capaian Posyandu Seruni Wali Barokah yang sukses menduduki peringkat kedua nasional pada 2025 lalu. Menurutnya, kemandirian kader di bawah naungan LDII ini menjadi inspirasi bagi wilayah lain.

“Prestasi juara dua nasional ini bukan sekadar angka, tapi bukti dedikasi. Saya mendengar sendiri para kader di sini bahkan swadaya pengadaan tablet untuk operasional digital. Ini luar biasa dan harus kita dukung dengan penguatan infrastruktur dari pemerintah,” tegas Vinanda.
Guna memastikan layanan 6 SPM berjalan optimal, Vinanda membawa serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor. Hal ini dimaksudkan agar setiap persoalan warga yang masuk ke meja Posyandu—mulai dari isu sosial hingga perbaikan jalan—dapat segera diintervensi oleh dinas terkait.
Satu Titik untuk Semua Layanan
Konsep Posyandu 6 SPM yang diluncurkan mencakup bidang Kesehatan, Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Trantibum, serta Sosial. Sistem ini mengubah pola lama dari layanan door-to-door yang terpisah menjadi layanan menetap yang komprehensif di satu lokasi.
“Dulu kader bergerak sendiri-sendiri sesuai bidangnya. Sekarang, di Posyandu 6 SPM, semua elemen berkumpul. Masyarakat bisa berkonsultasi soal pendidikan anak sekaligus melaporkan kendala lingkungan di tempat tinggal mereka secara bersamaan,” jelasnya.
Komitmen Pesantren Wali Barokah
Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah, KH. Drs. Sunarto, M.Si., menyatakan kesiapan institusinya menjadi garda terdepan dalam mendukung program Pemkot Kediri tersebut. Ia menyebut, mayoritas kader di lingkungan tersebut merupakan warga pondok yang memiliki semangat pengabdian tinggi.
“Ini tantangan besar, karena kader kini juga mengawal isu sosial dan ketertiban. Kami berharap ada pembekalan berkelanjutan agar standar pelayanan yang telah meraih prestasi nasional ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” ujar KH. Sunarto.
Peresmian ditutup dengan peninjauan layanan pemeriksaan kesehatan oleh Walikota Vinanda, yang berharap langkah ini dapat secara signifikan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di wilayah Kota Kediri.
Penulis : Purwasis







