Mayday Pemalang : Kaum Buruh Tuntut Kesejahteraan, Pemerintah Dinilai Tutup Mata

Jumat, 1 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang – Gelombang tuntutan kesejahteraan dan perhatian dari Pemerintah oleh Kaum Buruh di Kabupaten Pemalang kembali menguat, Ratusan pejuang rupiah tersebut menggelar aksi demonstrasi tepat pada peringatan Hari Buruh se-dunia atau yang lebih populer dengan sebutan May day, aksi di gelar di depan pendopo Bupati Pemalang, pada Jum’at siang ( 1/5 ).

 

Ratusan Demonstran masih berfokus pada tuntutan kesejahteraan, upah layak, dan perlindungan martabat manusia (memanusiakan manusia), mereka menggeruduk kantor Bupati Pemalang sambil membentangkan spanduk dengan tulisan beberapa tuntutan, diantaranya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wujudkan upah layak nasional tegakan kebebasan berserikat.

Tolak upah murah ikhlas bukan berarti para pekerja tidak ada harga diri dan wujudkan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan.

Tiara ( 20 ) Salah seorang peserta aksi demonstrasi, saat dikonfirmasi mengaku bahwa nasib buruh di Pemalang masih sangat memprihatikan dan Pemerintah Daerah masih tutup mata terkait dengan nasib mereka.

 

“Kita bekerja di salah satu pabrik yang ada di Pemalang tidak bisa ngandelin gaji yang cuman Rp.2,4 juta, karena kita ada bayar kosan Rp. 800 ribu, kalau tidak ada lemburan,” keluhnya.

 

Di tempat yang sama Lulu ( 21 ) seorang buruh pabrik juga mengatakan hal yang sama, ia berharap Pemerintah bisa lebih memanusiakan manusia pada kaum Buruh, agar ke depannya mereka tidak Stagnan dengan gaji yang memprihatinkan.

 

“Kita ngga ingin stagnan,kita pingin gaji yang pantas, datang kesini untuk menegakan keadilan, semakin beranjak dari tahun ke tahun semua kebutuhan pokok semakin mahal, sedangkan kenaikan gaji kita cuman Rp.100 – 200 ribu ,bahkan lebih kecil dan Pemerintah masih menutup mata, kita datang ke sini aja masih ngga dihargai, dari pagi panas panasan, emang mereka lihat kita? tidak sama sekali,” ungkapnya sewot.

 

Semetara itu terkait dengan tuntutan kaum Buruh pada Momentum May day, Kepala Dinas tenaga kerja Kabupaten Pemalang Umroni enggan memberikan keterangan,saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya.

 

“Silahkan hubungi bidang yang menangani tenaga kerja,” katanya singkat.( Ragil).

Berita Terkait

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang
Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi
Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik
Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 
Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga
Antrean Mengular, SPBU 5483504 Lombok Tengah Tetap Layani Pembelian Pertalite Pakai Botol Plastik
Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Sukses Gelar MANAFERA FUTSAL CUP 2026, Ajang Futsal Pelajar Se-Jateng DIY Berlangsung Meriah
Pelatihan Startup Bisnis di STMIK Tazkia Bogor: Mahasiswa Belajar Bangun Bisnis Digital Langsung dari Nol

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:40 WIB

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:52 WIB

Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:35 WIB

Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:31 WIB

Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:02 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga

Berita Terbaru